Kapan Kita Boleh Bertayamum?
Tayamum menjadi solusi syariat saat air tidak tersedia atau penggunaannya membahayakan.
Islam memberi kemudahan agar ibadah tetap berjalan.
Artikel ini menjelaskan kapan kita boleh bertayamum, syaratnya, tata cara singkat, serta tips praktis supaya tayamum sah dan nyaman dipraktikkan.
Kita tidak selalu menemukan air dalam perjalanan atau keadaan darurat.
Syariat mengizinkan tayamum agar shalat dan ibadah lain tetap terlaksana. Dengan mengetahui kondisi yang membolehkan tayamum, kita menghindari kekeliruan dan menjaga nilai ibadah.
Kondisi yang membolehkan tayamum
Ada beberapa hal yang memperbolehkan kita untuk melakukan tayamum, adapun hal-hal tersebut sebagai berikut :
- Kita boleh bertayamum bila tidak ada air sama sekali
- bila air ada tapi sangat sedikit sehingga membahayakan jika dipakai
- Bila menggunakan air bisa memperparah sakit.
- Bila air tersedia tapi perjalanan jauh membuatnya tidak mungkin dijangkau.
- Bila otoritas kesehatan melarang memakai air karena risiko penyakit.
Dalam semua kondisi ini, tayamum menjadi jalan keluarnya sehingga kewajiban ibadah tidak tertunda.
Baca Juga: Jalan Rusak di Paya Gambar Batang Kuis Diperbaiki Menggunakan Dana Sendiri
Syarat tayamum yang perlu dipenuhi
Sebelum bertayamum, kita niat untuk mengangkat hadas karena Allah, kita pastikan benar-benar tidak ada air atau tidak aman memakai air.
Kemudian kita cari debu atau permukaan suci yang bersih, kita tidak gunakan tayamum hanya untuk kemudahan tanpa alasan syar’i.
Jika air tiba setelah tayamum dan kita sudah mampu, maka sebaiknya kita berwudhu dengan air karena wudhu dengan air lebih utama.
Tata cara tayamum singkat sesuai sunnah
Kita berniat dalam hati untuk tayamum mengangkat hadas karena Allah, adapun caranya sebagai berikut :
- Kita tepukkan kedua telapak tangan ke debu yang suci satu kali
- Kita usap muka dengan kedua telapak tangan sekali.
- Kita tepukkan tangan lagi ke debu yang sama
- Kita usap kedua tangan hingga pergelangan.
- Kita pastikan sela jari ikut tersapu
- Setelah itu tayamum selesai dan kita bisa melanjutkan shalat atau ibadah lain.
Tips praktis dan kesalahan yang sering terjadi
Pilih permukaan yang jelas berdebu dan tidak tercemar najis, hindari menggunakan debu yang berbau busuk atau kotor.
Jangan mengulangi sapuan berlebihan yang tidak perlu, jika ragu apakah air aman atau cukup.
Konsultasikan kondisi dengan tenaga medis atau tokoh agama setempat, dan ingat bahwa niat menentukan nilai ibadah, maka luruskan niat setiap kali bertayamum.
Kesimpulan
Tayamum menjadi keringanan syariat yang penting saat air tidak ada atau membahayakan.
Kita boleh bertayamum selama memenuhi syarat yaitu ada uzur, ada niat, dan menggunakan permukaan suci.
Lakukan tayamum sesuai tata cara sunnah agar ibadah tetap sah, bila air tersedia dan aman, pilihlah wudhu dengan air karena itu lebih utama.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/
















