Kartu Apa Saja yang Diterima Penerima Bansos di Medan? Simak Daftarnya di Sini!
Pemerintah terus menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia, termasuk Kota Medan.
Setiap penerima manfaat kini tidak hanya mendapatkan bantuan tunai, tetapi juga memiliki beragam kartu identitas bansos yang menjadi bukti kepesertaan sekaligus alat akses ke layanan sosial dan keuangan.
Bagi warga Medan, penting untuk mengetahui jenis-jenis kartu yang digunakan dalam penyaluran bansos, agar tidak bingung saat proses pencairan di bank maupun kantor pos.
Berikut ulasan lengkap mengenai jenis kartu, fungsi, dan cara penggunaannya.
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menjadi identitas utama penerima berbagai bantuan sosial dari pemerintah.
Kartu ini diterbitkan oleh Bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, sesuai dengan penugasan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Dengan KKS, warga Medan bisa menerima dan menarik bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) melalui ATM atau e-warong.
KKS berfungsi sebagai rekening bantuan dan kartu debit, sehingga penerima bisa langsung mengecek saldo, mencairkan dana, atau membeli kebutuhan pokok di tempat yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Ciri KKS:
- Berlogo Bank Himbara dan Kementerian Sosial RI.
- Memiliki nama penerima, nomor rekening, dan chip ATM.
- Bisa digunakan untuk menarik tunai atau transaksi non-tunai.
Kartu Program Keluarga Harapan (PKH)
Kartu PKH merupakan tanda bahwa seseorang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan, yaitu bantuan bersyarat yang menyasar ibu hamil, balita, pelajar SD–SMA, lansia, dan penyandang disabilitas berat.
Penerima PKH di Medan biasanya juga memiliki KKS, karena pencairan dana PKH dilakukan melalui rekening tersebut. Namun, kartu PKH tetap berfungsi sebagai identitas kepesertaan dalam sistem sosial Kemensos.
Dengan memiliki kartu ini, warga dapat memastikan status kepesertaannya aktif, sehingga dapat menerima bantuan secara berkala sesuai jadwal pencairan nasional.
Kartu Sembako atau BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai)
Kartu Sembako atau BPNT diberikan kepada keluarga penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan setiap bulan.
Dana bantuan disalurkan melalui KKS, namun penggunaannya hanya untuk membeli bahan makanan pokok seperti beras, telur, dan sayur di e-warong (warung elektronik) terdaftar.
Bagi warga Medan, program BPNT sangat membantu dalam mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Kartu Indonesia Pintar (KIP) ditujukan untuk anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu.
Melalui KIP, penerima berhak atas bantuan biaya pendidikan melalui program Program Indonesia Pintar (PIP) yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
KIP berperan penting dalam memastikan anak-anak di Medan tetap bisa bersekolah, tanpa terhambat oleh biaya.
Siswa pemegang KIP bisa mengecek status bantuan melalui laman resmi pip.kemdikbud.go.id dengan memasukkan NISN dan nama ibu kandung.
Kartu Indonesia Sehat (KIS)
Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah kartu jaminan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Melalui KIS, penerima bansos bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit rujukan.
KIS menjadi bentuk perlindungan sosial di bidang kesehatan, yang melengkapi bantuan di sektor ekonomi dan pendidikan.
Pemerintah Kota Medan terus mengimbau masyarakat penerima bansos agar memastikan KIS mereka aktif, terutama menjelang pembaruan data tahunan.
Kesimpulan
Beragam kartu bansos seperti KKS, PKH, BPNT, KIP, KIS, dan Kartu Prakerja menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Di Kota Medan, kartu-kartu ini menjadi simbol kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyat di berbagai sektor — mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Pastikan kamu memahami fungsi masing-masing kartu dan selalu cek status aktifnya melalui kanal resmi agar tidak tertinggal dalam pencairan bantuan berikutnya.

















