Kategori Penerima PKH di Medan Diperluas, Simak Daftar Lengkapnya
Pemerintah memperluas kategori penerima Program Keluarga Harapan (PKH) untuk tahun 2025, termasuk bagi warga yang tinggal di Medan.
Perluasan ini bertujuan memperkuat perlindungan sosial dan memberikan dukungan bagi lebih banyak keluarga rentan.
Dengan kebijakan terbaru ini, warga diminta memahami daftar kategori yang kini mendapatkan prioritas agar proses verifikasi dan penyaluran bantuan berjalan lancar.
Penetapan penerima tetap mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) agar sasaran PKH semakin tepat dan tidak menimbulkan data ganda ataupun penerimaan yang tidak sesuai kondisi lapangan. Berikut penjelasan lengkap mengenai kategori yang diperluas serta mekanisme penetapannya.
PKH 2025 Mengalami Perluasan Sasaran
PKH dikenal sebagai salah satu bantuan bersyarat terbesar yang dijalankan pemerintah. Di Medan, ribuan keluarga menerimanya setiap tahun.
Namun, kebutuhan masyarakat yang semakin beragam membuat pemerintah memperluas kategori prioritas penerima untuk tahun 2025.
Perluasan sasaran ini memungkinkan lebih banyak keluarga kurang mampu memperoleh dukungan finansial, terutama yang membutuhkan layanan kesehatan dan pendidikan secara terus-menerus. Pendamping PKH dan perangkat kelurahan berperan aktif membantu masyarakat memahami perubahan kebijakan ini.
Penetapan Penerima Tetap Mengacu pada DTSEN
Walaupun kategorinya diperluas, pemerintah tetap menetapkan penerima berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini menunjukkan kondisi ekonomi keluarga secara objektif melalui indikator penghasilan, kondisi rumah, aset, hingga jumlah tanggungan.
Dengan DTSEN, proses penentuan penerima menjadi lebih akurat sehingga keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan tepat waktu.
Warga Medan perlu memastikan seluruh data keluarga mutakhir melalui kelurahan, terutama jika terjadi perubahan anggota keluarga atau kondisi ekonomi.
Kategori Penerima PKH yang Diperluas untuk Tahun 2025
Berikut daftar kategori penerima PKH yang kini diperluas dan menjadi prioritas untuk penyaluran bantuan:
Ibu Hamil dan Menyusui
Ibu hamil tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah ingin memastikan mereka mendapat layanan kesehatan rutin, termasuk pemeriksaan kehamilan dan pemantauan kondisi pascapersalinan.
Anak Usia Dini (0–6 Tahun)
Anak usia dini termasuk kelompok penting karena berada pada masa tumbuh kembang awal. Pemerintah memperluas cakupan verifikasi agar lebih banyak balita dari keluarga rentan bisa mendapatkan dukungan PKH.
Siswa SD, SMP, dan SMA
Kategori pendidikan masih menjadi penerima prioritas. Pemerintah memperluas validasi supaya anak dari keluarga rentan tidak putus sekolah dan tetap mendapatkan dukungan biaya pendidikannya.
Penyandang Disabilitas Berat
Perluasan PKH 2025 mencakup peningkatan perhatian kepada penyandang disabilitas berat dalam keluarga. Pemerintah memastikan mereka mendapat akses layanan kesehatan dan bantuan keperawatan.
Lansia Mulai Usia 60 Tahun
Perluasan signifikan terjadi pada kategori lansia. Jika sebelumnya hanya lansia di atas 70 tahun yang menjadi prioritas, kini pemerintah memasukkan lansia mulai usia 60 tahun sebagai penerima yang diprioritaskan.
Keluarga Rentan Baru
Kategori baru ini mencakup keluarga yang mendadak masuk kondisi rentan karena terkena PHK, kenaikan harga bahan pokok, atau perubahan sosial ekonomi lainnya. Pendamping PKH mendata keluarga yang masuk kategori ini untuk dilakukan verifikasi ulang.
Dengan perluasan kategori tersebut, pemerintah berharap semakin banyak keluarga kurang mampu bisa merasakan manfaat program PKH secara langsung.
Proses Verifikasi Penerima di Medan
Pendamping PKH berperan penting dalam menentukan penerima baru maupun memperbarui status penerima lama. Pendamping melakukan kunjungan rumah untuk:
- mengecek kondisi ekonomi keluarga,
- memastikan kategori yang masuk prioritas,
- mengumpulkan data pendukung untuk update DTSEN,
- mendampingi keluarga dalam memenuhi kewajiban PKH.
Warga yang ingin masuk kategori penerima harus memastikan seluruh data keluarga akurat dan tidak ada perbedaan identitas antara KTP, KK, dan DTSEN.
Hak dan Kewajiban Keluarga Penerima PKH
Penerima PKH tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga berkewajiban memenuhi ketentuan program.
Hak penerima:
- memperoleh bantuan sesuai kategori,
- mendapat pendampingan,
- mengakses layanan pendidikan dan kesehatan yang difasilitasi pemerintah.
Kewajiban penerima:
- membawa balita ke posyandu,
- memastikan anak sekolah dengan rutin,
- mengikuti kelas pemberdayaan keluarga,
- melaporkan perubahan data kepada kelurahan.
Memenuhi kewajiban membantu keluarga mempertahankan status penerima dan memastikan bantuan tidak tertunda.
Kesimpulan
Pemerintah memperluas kategori penerima PKH di Medan untuk tahun 2025 sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial.
Perluasan ini mencakup ibu hamil, anak usia dini, pelajar, penyandang disabilitas berat, lansia mulai usia 60 tahun, hingga keluarga yang masuk kondisi rentan baru.
Dengan data DTSEN sebagai dasar penetapan, pemerintah memastikan penerima PKH benar-benar keluarga yang membutuhkan.
Warga yang ingin tetap masuk dalam kategori penerima harus aktif menjaga validitas data dan memahami kewajiban sebagai penerima program.
















