Kenapa Kota Medan Dijuluki Tanah Deli? Simak Penjelasannya
Kota Medan, sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara, memiliki sejarah panjang yang menarik untuk disimak. Salah satu julukan yang melekat pada kota ini adalah Tanah Deli. Namun, kenapa Medan disebut Tanah Deli? Apa makna dan asal-usul dari nama tersebut?
Sejarah Awal Kota Medan dan Asal Usul Nama Tanah Deli
Pada zaman dahulu, wilayah yang sekarang dikenal sebagai Kota Medan merupakan daerah rawa-rawa yang luas, sekitar 4.000 hektare. Wilayah ini dikenal dengan sebutan Tanah Deli. Nama ini merujuk pada daerah yang membentang dari Sungai Ular di Kabupaten Deli Serdang hingga Sungai Wampu di Kabupaten Langkat.
Sejarah mencatat bahwa perkampungan Medan pertama kali dibuka oleh seorang tokoh bernama Guru Patimpus, yang berasal dari suku Karo. Ia mendirikan desa yang kemudian dikenal sebagai Medan Putri, terletak di antara Sungai Deli dan Sungai Babura. Lokasi ini kini menjadi pusat Kota Medan modern.
Selain itu, nama Medan sendiri berasal dari kata Tamil Maidhan atau Maidhanam yang berarti tanah lapang atau tempat luas. Dalam bahasa Melayu, Medan juga berarti tempat berkumpul yang luas, sesuai dengan fungsi kota ini sebagai pusat perdagangan dan pertemuan berbagai suku dan budaya
Peran Kesultanan Deli dan Perkembangan Ekonomi Medan
Wilayah Tanah Deli pernah menjadi bagian dari Kesultanan Deli yang berdiri sejak tahun 1632. Namun, kekuasaan kesultanan tidak mencakup seluruh wilayah Tanah Deli. Pada abad ke-19, terutama sejak tahun 1863, Belanda mulai membuka perkebunan tembakau di daerah ini, yang dikenal sebagai Tembakau Deli.
Perkebunan tembakau ini menjadi primadona dan sumber utama perekonomian daerah. Dengan dukungan Belanda, Medan berkembang pesat menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan di Sumatera Utara. Pada tahun 1909, Medan sudah memiliki infrastruktur modern dan perencanaan kota yang matang, meskipun awalnya hanya terdiri dari beberapa kampung seperti Kesawan, Sugai Rengas, dan Petisah .
Seiring waktu, istilah Tanah Deli mulai berkurang penggunaannya dan secara resmi berganti menjadi Kota Medan. Namun, julukan tersebut masih melekat sebagai bagian dari identitas sejarah kota ini















