Medan – Perlu regenerasi kepengurusan KONI Sumut. Begitu kata Ketua Umum RUMAH KITA Indonesia selaku pemerhati seni dan olahraga daerah ini, Iskandar Z Sembiring di Medan, Kamis (1/8), menyikapi bobroknya kinerja panitia pelaksana Porprovsu tahun 2019.
Kebobrokan itu terlihat dalam mendistribusikan medali bagi atlet berprestasi, dimana sampai saat ini masih ada atlet belum menerima. “KONI harus bersikap profesional dalam menyikapi masalah pendistribusian medali, kok, saat ini belum juga selesai”,katanya.
KONI Sumut pintanya, harus melakukan peremajaan pengurus agar jauh lebih baik. Apalagi, diketahui ada beberapa nama seperti Dahliana yang juga Ketua Umum Pengprov IPSI Sumut ini dikabarkan acapkali mengedalikan proyek kegiatan yang ada di KONI Sumut maupun lainnya sudah puluhan tahun (mulai ketua umum KONI Sumut Alm Rizal Nurdin -red) tetap menjadi pengurus di organisasi tersebut.
“Regenerasi sangat diperlukan agar tumbuh sebuah program-program kerja yang lebih bermutu kedepannya”,ujarnya.
Keterlambatan pendistribusian medali menurut Iskandar, menunjukkan panpel sama sekali tidak siap. Apalagi pelaksanaan event sempat tertunda setahun antara 2018 menjadi pelaksanaannya pertengahan Juni 2019 lalu.
“Kalaulah seperti ini kejadiannya, merupakan kinerja buruk bagi seluruh pengurus KONI Sumut terutama meningkatkan prestasi atlet daerah ini. Untuk itulah KONI Sumut harus mengkaji ulang terlebih dahulu sudah sejauh mana kesiapan dalam menggelar sebuah event agar lebih profesional. Apalagi dananya dari negara. Kok untuk masalah medali saja tidak beres,” kata Iskandar.
Dia kembali mengatakan, sangat menyedihkan sekali bagi atlet yang sudah berjuang mengharumkan nama daerahnya, namun medali yang seharusnya didapatkan atlet ternyata nihil.
Padahal atlet yang meraih prestasi diajang Porprovsu kemarin itu, harus lebih dirangsang dengan bonus agar lebih semangat berlatih untuk menghadapi event yang lebih besar kedepannya.
“Berarti KONI Sumut sudah melanggar kaedah-kaedah pembinaan prestasi yang seharusnya tidak terjadi. Apalagi saya ada dengar pada pelaksanaan event Porprovsu kemarin terjadi peminjaman medali dari cabor lain untuk sementara diberikan ke atlet bulutangkis. Jelas ini pembohongan publik” ucapnya dengan nada kecewa.
Keterlambatan pendistribusian medali tambahnya, panpel harus mengumumkan lewat pemberitaan ke khalayak ramai agar para atlet juga tau agar tak ternanti-nanti walaupun sebahagian sudah diberikan.
Sebab ada beberapa kabupaten kota khusus cabor gulat dan tinju yang belum menerima medali seperti, Taput dan Tapsel
“Jangan anggap enteng mengenai hal ini, sebab menyangkut masalah semangat para atlet muda yang memiliki semangat juang tinggi,” ucap backing vokal Goodbless ini lagi serius. (malaon)

















