Sejumlah awak media tidak diperkenankan meliput sesi latihan PSMS Medan yang berlangsung di Stadion Mini Disporasu, Jalan Willem Iskandar, Deli Serdang, Selasa sore. Petugas keamanan yang berjaga melarang jurnalis memasuki area stadion saat latihan berlangsung, Sabtu (17/01/2026).
Petugas menyampaikan bahwa awak media baru diperbolehkan masuk setelah sesi latihan selesai dan hanya dipersilakan melakukan wawancara. Akibatnya, jurnalis yang hadir untuk memantau persiapan PSMS jelang laga pamungkas Wilayah Barat Pegadaian Championship terpaksa menunggu di luar stadion.
Situasi tersebut memunculkan anggapan bahwa PSMS Medan tengah menggelar latihan tertutup menjelang laga kontra Persiraja Banda Aceh. Padahal, pada sesi latihan sebelumnya, peliputan biasanya dapat dilakukan secara terbuka.
Menanggapi hal tersebut, Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, membantah adanya kebijakan latihan tertutup. Ia menegaskan pihaknya tetap membuka kesempatan bagi media maupun masyarakat untuk menyaksikan latihan tim.
“silahkan menonton, dari security tidak memberikan masuk yaudah,” ungkap nya
Ia menjelaskan bahwa pembatasan di lokasi latihan bukan merupakan instruksi dari tim pelatih maupun manajemen. Menurutnya, PSMS tetap mengedepankan keterbukaan selama kehadiran penonton dan media tidak mengganggu jalannya program latihan.
“Kami tidak pernah menutup latihan. Kami selalu terbuka dan mempersilakan rekan-rekan media serta masyarakat yang ingin melihat latihan PSMS,” ujar Eko Purdjianto.
Kehadiran Eko Purdjianto sebagai pelatih anyar PSMS Medan kini membawa harapan baru bagi pendukung Ayam Kinantan. PSMS berupaya bangkit setelah sempat terpuruk di papan bawah klasemen sementara Grup A Wilayah Barat Pegadaian Championship.
PSMS Medan dijadwalkan menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Haji Dimurthala pada akhir pekan ini. Laga tersebut menjadi kesempatan penting bagi Ayam Kinantan untuk menutup fase wilayah Barat dengan hasil positif.
















