Libur Maulid Nabi 2025: Ini Tanggal Resmi dan Tradisi Perayaannya di Medan
Pertanyaan soal Maulid Nabi libur atau tidak akhirnya terjawab secara resmi. Pemerintah telah menetapkan hari Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur nasional tahun 2025.
Penetapan ini diumumkan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yaitu SKB Nomor 933/2025, 1/2025, dan 3/2025, yang mengatur tentang perubahan hari libur nasional dan cuti bersama 2025.
Dengan demikian, masyarakat Indonesia bisa memastikan bahwa Maulid Nabi tahun 2025 akan menjadi tanggal merah resmi, tepatnya jatuh pada Jumat, 5 September 2025.
Keputusan ini memberikan kepastian hukum dan membantu umat Islam dalam merencanakan ibadah maupun kegiatan sosial selama momen peringatan tersebut.
Tanggal Maulid Nabi 2025 Resmi Jadi Libur Nasional
Dalam kalender Hijriah, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal, sebagai hari kelahiran Nabi.
Tahun ini, momen tersebut bertepatan dengan hari Jumat, 5 September 2025, yang otomatis menciptakan long weekend bagi masyarakat, meskipun tidak disertai dengan cuti bersama.
Penetapan ini sangat dinantikan umat Islam, karena memberikan kesempatan untuk memperdalam spiritualitas dan memperingati perjuangan serta akhlak Rasulullah SAW.
Budaya dan Tradisi Maulid Nabi di Medan
Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Medan: Kolaborasi Keagamaan dan Budaya Melayu
Setiap tahunnya, kota Medan di Sumatera Utara turut merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan kemeriahan.
Tradisi Maulid Nabi di Medan tidak hanya menjadi momen keagamaan, tetapi juga menjadi perpaduan antara spiritualitas Islam dan budaya Melayu Deli yang kental.
1. Maulid Nabi di Masjid Raya Al-Mashun Medan
Salah satu pusat perayaan Maulid Nabi di Medan berlangsung di Masjid Raya Al-Mashun, ikon keislaman kota Medan yang sudah berdiri sejak tahun 1909.
Di masjid ini, umat Muslim berkumpul untuk:
- Mendengarkan ceramah agama dan tausiyah
- Membaca sholawat Nabi bersama-sama
- Melaksanakan doa dan zikir bersama
- Mengikuti pengajian akbar yang biasanya dihadiri tokoh agama terkenal dari dalam dan luar Sumatera Utara
2. Tradisi Ziarah dan Doa Bersama
Menjelang Maulid Nabi, masyarakat juga biasa melakukan ziarah kubur ke makam para ulama, tokoh agama, dan leluhur.
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan serta momen untuk mendoakan mereka yang telah berjasa dalam menyebarkan Islam di tanah Deli.
3. Marhabanan dan Barzanji
Dalam komunitas Melayu Medan, kegiatan marhaban dan pembacaan kitab Barzanji menjadi bagian utama dari perayaan.
Syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW dilantunkan secara bersama-sama dengan irama khas Melayu yang merdu dan menyentuh hati.
Kegiatan ini biasanya diadakan di masjid, musala, rumah penduduk, hingga gedung pertemuan warga.
4. Pembagian Sedekah dan Nasi Berkat
Salah satu ciri khas perayaan Maulid Nabi di Medan adalah tradisi berbagi makanan (berkat) kepada tamu undangan, tetangga, dan kaum dhuafa.
Menu yang disiapkan bervariasi, mulai dari nasi bungkus hingga hidangan khas Melayu seperti gulai, rendang, dan kue-kue tradisional.
Aktivitas ini mencerminkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial, sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
5. Kegiatan Maulid Nabi di Pesantren dan Sekolah Islam
Banyak pesantren dan madrasah di Medan juga turut merayakan Maulid Nabi dengan berbagai lomba dan kegiatan keagamaan, seperti:
- Lomba azan
- Hafalan surat pendek
- Ceramah agama (pidato islami)
- Festival sholawat dan hadrah
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan kepada Rasulullah sejak usia dini.
Dalil Ulama tentang Maulid Nabi: Antara Ibadah dan Syukur
Meskipun perayaan Maulid Nabi tidak ditemukan secara langsung dalam praktik generasi awal Islam, banyak ulama besar yang menyatakan bahwa kegiatan ini sah-sah saja, selama diisi dengan amalan kebaikan.
Dalil Amalan Maulid Nabi
Menurut Syekh Musthafa Hamdu ‘Ulayyan Al-Hambali, bentuk rasa syukur kepada Allah SWT bisa dilakukan dalam berbagai ibadah, seperti:
- Sujud syukur
- Puasa sunah
- Sedekah
- Membaca Al-Qur’an
Bahkan, hadits dalam Shahih Bukhari dan Muslim menunjukkan bahwa merayakan hari tertentu sebagai bentuk syukur atas nikmat atau keselamatan, memiliki dasar yang kuat dalam Islam.
Kesimpulan: Maulid Nabi 2025 Libur Nasional dan Momen Syukur Umat Islam
Kini, tidak ada lagi keraguan soal apakah Maulid Nabi libur atau tidak.
Pemerintah secara resmi menetapkan Jumat, 5 September 2025 sebagai hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW.
Momen ini bisa dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah, serta menghidupkan nilai-nilai budaya Islam di tengah masyarakat.
Dengan gabungan nilai spiritual dan budaya, perayaan Maulid Nabi menjadi momen penting untuk merenungkan keteladanan Nabi SAW, mempererat silaturahmi, dan menguatkan rasa syukur dalam kehidupan berbangsa.

















