Apa itu Qada dan Qadar?
Pernah nggak sih kamu bertanya, kenapa ada hal-hal dalam hidup yang nggak berjalan sesuai rencana? Kadang kita udah berusaha keras, tapi hasilnya tetap berbeda dari harapan. Konsep Qada dan Qadar sering kali menjadi penjelasan di balik fenomena ini dalam kehidupan.
Nah, di sinilah pentingnya memahami konsep qada dan qadar — dua hal yang jadi bagian dari rukun iman dan wajib diyakini oleh setiap Muslim.
Qada dan qadar bukan tentang pasrah tanpa usaha, tapi tentang memahami bahwa hidup ini berjalan di bawah kendali Allah SWT.
Dengan memahami maknanya, hati jadi lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan hidup terasa lebih ringan dijalani.
Pengertian Qada dan Qadar
Secara sederhana, qada berarti keputusan atau ketetapan Allah atas segala sesuatu, sedangkan qadar berarti ukuran atau takaran yang Allah tetapkan bagi setiap makhluk-Nya.
Keduanya saling berkaitan dan menjadi bagian dari takdir yang Allah rancang jauh sebelum manusia diciptakan.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (qadar).” (QS. Al-Qamar: 49)
Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada satu pun yang terjadi di dunia tanpa izin dan perhitungan dari Allah SWT.
Dari hal kecil seperti jatuhnya daun, sampai hal besar seperti kehidupan dan kematian, semuanya sudah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh.
Baca Juga: 25 Nama Nabi dan Rasul yang Wajib Diketahui Umat Islam
Qada dan Qadar Tidak Menghapus Usaha
Sebagian orang salah paham, mengira bahwa karena semua sudah ditakdirkan, maka manusia nggak perlu berusaha.
Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan antara takdir dan ikhtiar.
Allah memberi kita akal, pilihan, dan kemampuan untuk menentukan arah hidup.
Misalnya, seseorang ingin sukses, maka ia harus belajar dan bekerja keras.
Takdir Allah akan menentukan hasilnya, tapi usaha manusia tetap jadi bagian dari perjalanan hidup itu sendiri.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Beramallah kalian, karena masing-masing akan dimudahkan menuju apa yang telah ditakdirkan baginya.” (HR. Muslim)
Artinya, berusaha adalah bentuk ketaatan, sedangkan menerima hasil dengan lapang dada adalah tanda keimanan.
Hikmah di Balik Memahami Qada dan Qadar
Ketika seorang Muslim memahami qada dan qadar, ia akan lebih sabar dan tenang dalam menghadapi ujian.
Ia sadar bahwa apa pun yang menimpanya bukan kebetulan, tapi bagian dari rencana Allah yang pasti mengandung kebaikan.
Misalnya, saat kehilangan sesuatu, hati tidak larut dalam kesedihan karena yakin bahwa Allah punya alasan di baliknya.
Begitu juga ketika mendapat nikmat, ia tidak sombong karena tahu semuanya datang dari Allah.
Dengan cara ini, iman semakin kuat, dan hati lebih damai menghadapi segala kondisi.
Qada dan Qadar Mengajarkan Tawakal yang Sejati
Tawakal bukan berarti menyerah tanpa usaha, tapi menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan yang terbaik.
Inilah bentuk keimanan yang tinggi ketika seseorang berusaha maksimal, lalu percaya bahwa hasil apa pun adalah yang terbaik menurut Allah.
Tawakal seperti ini melatih kita untuk tidak mudah stres menghadapi kegagalan, dan tidak terlalu bangga saat berhasil.
Karena sejatinya, semua terjadi karena izin Allah, bukan semata kemampuan manusia.
Penutup
Memahami qada dan qadar membuat seorang Muslim punya pandangan hidup yang seimbang berusaha sekuat tenaga, tapi tetap sadar bahwa hasil akhir ada di tangan Allah.
Ketika kamu benar-benar percaya bahwa setiap takdir punya hikmah, kamu akan lebih tenang menghadapi cobaan, lebih sabar dalam kesulitan, dan lebih bersyukur atas nikmat yang Allah beri.
Jadi, jangan takut pada takdir. Karena di balik setiap rencana Allah, selalu ada cinta dan kebaikan yang menunggu untuk kamu temukan.
Follow Instagram Medanaktual: https://www.instagram.com/medan.aktual/

















