Campuran Etanol Pada BBM
Etanol merupakan campuran yang bisa membuat BBM semakin lebih ramah lingkungan Jadi kamu harus tahu dampak dan manfaat etanol pada BBM. tapi dari sisi lain banyak menimbulkan pertanyaan, apakah motor atau mobil menjadi lebih boros dan mesin lebih cepat rusak? Sebelum itu kita harus cari tahu dlu apa dampak dan manfaat penggunaan etanol pada BBM.
Berikut Manfaat Dan Dampak Penggunaan etanol dalam BBM
Manfaat penggunaan etanol dalam BBM
Baca Juga : Apa Itu Etanol Dalam BBM
Melansir dari laman Pertamina, penggunaan etanol dalam BBM memiliki banyak manfaat penting, yang paling utama dalam konteks lingkungan dan ekonomi energi. Berikut beberapa manfaat utamanya.
1. Mengurangi emisi gas rumah kaca
Etanol bisa menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) dari kendaraan bermotor. Hal ini juga membuatnya menjadi solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global.
2. Dapat Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
Memanfaatkan sumber daya terbarukan seperti tanaman penghasil gula dan pati, negara dapat menekan impor minyak bumi dan meningkatkan kemandirian energi.
Selain memiliki manfaat juga memiliki dampak etanol pada bbm.
3. Membuat Jadi Ramah lingkungan
Proses pembakaran etanol menghasilkan emisi yang lebih bersih jika membandingkannya dengan bensin atau solar, sehingga dapat membantu untuk menekan polusi udara dan air.
4. Meningkatkan permintaan hasil tani
Dengan adanya produksi bioetanol membuka peluang bagi para petani lokal untuk menyuplai bahan baku seperti tebu, singkong, dan jagung, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
5. Bisa menggunakannya pada kendaraan yang sudah ada
Campuran etanol dalam kadar rendah seperti E5 atau E10 bisa dapat menggunakannya dan tanpa perlu lagi memodifikasi mesin kendaraan secara signifikan.
Tidak hanya Manfaat saja tetapi juga memiliki dampak etanol pada BBM berikut dampaknya
Dampak penggunaan etanol pada BBM
Dari hasil kajian ilmiah berjudul Effect of Ethanol-Gasoline Blend on SI Engine Performance and Emissions dalam Science Direct serta A Review On The Effects of Ethanol/Gasoline Fuel Blends on NOx Emissions in Spark-Ignition Engines karya Paolo Iodice, pencampuran etanol dalam bahan bakar bensin (BBM) juga dapat menimbulkan beberapa dampak pada kendaraan. Berikut dampaknya.
1. Bahan bakar menjadi lebih boros
Saat membakar BBM melepaskan energi dan menyebutnya dengan Lower Heating Value (LHV). Karena etanol memiliki nilai LHV sekitar 27 megajoule per kilogram (MJ/KG), sedangkan bensin murni hanya berkisaran 43-44 MJ/KG.
Karena kandungan energinya lebih rendah, jadi untuk satu liter bensin yang mencapurkannya dengan etanol menyimpan energi lebih sedikit membandingkan dengan bensin biasa. Akibatnya, mesin memerlukan volume bahan bakar yang lebih besar untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Untuk para pengguna kendaraan, manfaat dan dampaknya etanol terjadi pada jarak tempuh yange menjadi sedikit berkurang per liternya, terutama pada campuran etanol tinggi seperti E20 atau lebih. Untuk campuran rendah (misalnya E5-E10), selisihnya juga tidak terlalu besar, namun tetap membuat konsumsi bahan bakar sedikit lebih boros secara keseluruhan.
2. Menyalakan mesin jadi sulit saat udara dingin
Supaya mudah menyalakan mesin, bahan bakar harus cepat menguap agar bisa bercampur dengan udara secara merata. Kemampuan bahan bakar untuk menguap diukur dengan nilai Reid Vapor Pressure (RVP).
Bensin memiliki RVP yang tinggi, sekitar 53-60 kilopascal, jika membandingkan dengan etanol jauh lebih rendah, yaitu sekitar 17 kilopascal. Pada suhu dingin, bahan bakar yang mengandung etanol menjadi sulit menguap, sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi terlalu miskin.
Selain memiliki manfaat ada juga dampak pada etanol, menyalakan mesin jadi lebih sulit, terutama untuk daerah yang bersuhu rendah atau saat pagi hari. Kondisi ini biasa menyebutnya dengan istilah cold start problem.
3. Penurunan efisiensi pada volumetrik
Dampak lain dari penggunaan etanol pada BBM adalah penurunan valumatrie effciency, yaitu ukuran seberapa efisien silinder mesin dapat menarik udara dan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Jika semakin tinggi nilanya maka pembakaran akan menjadi semakin sempurna
Tetapi, pada bahan bakar dengan campuran etanol yang tinggi, efisiensi ini dapat menurun. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan sifat fisik antara etanol dan bensin.
Etanol juga memiliki densitas dan titik penguapan yang berbeda, sehingga proses pengabutan bahan bakar tidak seideal bensin murni. Akibatnya, campuran udara dan bahan bakar tidak akan menjadi selalu optimal, yang berpotensi dapat menurunkan performa pada mesin.
4. Tidak konsisten pada Emisi NOx
Gas NOx (oksida nitrogen) terbentuknya dari suhu pembakaran yang tinggi. Etanol sebenarnya juga memiliki efek pendinginan alami saat menguap, yang secara teori dapat menurunkan suhu pembakaran dan menekan pembentukan NOx.
Tetapi, Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa efek ini tidak selalu konsisten. Karena Pada campuran etanol rendah seperti E5-E10, peningkatan kecepatan pembakaran terkadang justru menyebabkan suhu puncak ruang bakar naik sehingga emisi NOx menjadi lebih tinggi.
Kesimpulan
Dampak dan manfaat campuran etanol pada BBM memiliki sisi negatif dan sisi positif, jadi harus tahu dulu dampak dan manfaatnya campuran etanol pada BBM.















