Mengapa 1 Juli Jadi Hari Jadi Kota Medan? Ini Alasannya
Medan tidak muncul secara instan sebagai sebuah kota. Di masa lalu, di area ini terdapat beberapa desa kecil seperti Medan Putri, Kesawan, dan Pulo Brayan. Namun, menjelang akhir abad ke-19, kota ini mengalami transformasi yang pesat akibat perkembangan ekonomi sektor perkebunan. Selain itu, keterlibatan pengusaha seperti Jacobus Nienhuys dan dukungan dari Sultan Deli juga berkontribusi pada percepatan modernisasi kota tersebut.
Pada tanggal 1 April 1909, pemerintah kolonial Belanda dengan resmi menetapkan Medan sebagai gemeente, yang berarti sebuah kawasan administratif setingkat kotapraja. Namun, tanggal ini belum menjadi perayaan Hari Jadi yang dirayakan secara luas oleh masyarakat.
Lalu, mengapa 1 Juli ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Medan? Keputusan ini didasari oleh pertimbangan sejarah yang lebih mendalam. Di sisi lain, terdapat diskusi dan peninjauan resmi yang membuat tanggal tersebut lebih layak untuk diperingati secara resmi. Berikut dibawah ini alasan di balik penetapan tanggal tersebut, sejarahnya, serta proses panjang yang dilalui hingga keputusan resmi diambil.
Sejarah Singkat Kota Medan
Kota Medan berawal dari sebuah perkampungan kecil yang didirikan oleh seorang tokoh bernama Guru Patimpus pada tahun 1590. Perkampungan ini terletak di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura dan dikenal dengan nama Medan Puteri. Guru Patimpus dianggap sebagai pendiri awal kota Medan, meskipun data tentang beliau sangat minim. Perkampungan ini kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Deli pada tahun 1632
Perjalanan Penetapan Hari Jadi Kota Medan
Awal Penetapan 1 April 1909
Sebelum tanggal 1 Juli, Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan diperingati setiap tanggal 1 April. Tanggal ini dipilih karena merupakan hari ketika Pemerintah Hindia Belanda memberikan status kota kepada Medan pada tahun 1909. Pada tanggal tersebut, pusat pemerintahan Keresidenan Sumatera Timur dipindahkan ke Medan dari Bengkalis.
Namun, penetapan ini menimbulkan kontroversi. Banyak ahli sejarah dan kalangan pers menolak karena tanggal tersebut dianggap kurang mencerminkan sejarah asli berdirinya Medan sebagai sebuah perkampungan.
Pembentukan Panitia Peneliti Sejarah
Menanggapi penolakan tersebut, Wali Kota Medan saat itu membentuk panitia khusus untuk meneliti dan menyelidiki hari jadi Kota Medan secara lebih mendalam. Panitia ini dipimpin oleh Prof. Mahadi dan didukung oleh berbagai tokoh serta DPRD Medan.
Setelah melalui berbagai sidang dan penelitian, panitia menyimpulkan bahwa tanggal yang lebih tepat sebagai hari jadi Kota Medan adalah 1 Juli 1590. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan pendirian Si Sepuluh Dua Kuta, sebuah perkampungan yang didirikan oleh Guru Patimpus di wilayah Medan.
Penetapan Resmi 1 Juli 1590 Hari Jadi Kota Medan
Pada bulan Maret 1975, berdasarkan hasil penelitian dan perumusan panitia khusus yang diketuai M.A. Harahap, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tingkat II Medan secara resmi menetapkan tanggal 1 Juli 1590 sebagai Hari Jadi Kota Medan. Keputusan ini juga mencabut penetapan hari jadi sebelumnya pada tanggal 1 April
Mengapa 1 Juli 1590?
Tanggal 1 Juli 1590 dipilih karena merupakan momen berdirinya perkampungan pertama di daerah Medan oleh Guru Patimpus. Perkampungan ini menjadi cikal bakal perkembangan kota Medan yang kita kenal sekarang. Oleh karena itu, tanggal ini dianggap lebih autentik dan sesuai dengan akar sejarah kota.
Penetapan 1 Juli sebagai Hari Jadi Kota Medan bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan hasil dari proses panjang penelitian dan diskusi. Tanggal ini dipilih karena mencerminkan sejarah asli berdirinya Medan sebagai perkampungan yang didirikan oleh Guru Patimpus pada tahun 1590.















