Mengapa Zakat Termasuk dalam Rukun Islam?
Zakat bukan hanya sekadar kewajiban finansial dalam Islam, tapi juga fondasi utama dalam membangun tatanan sosial yang adil.
Karena itulah, Allah SWT menetapkan zakat sebagai salah satu dari lima rukun Islam.
Kedudukannya sejajar dengan syahadat, salat, puasa, dan haji. Lalu, apa sebenarnya makna mendalam dari zakat hingga masuk dalam inti ajaran Islam?
Zakat Bukan Sekadar Memberi
Zakat memiliki makna lebih dalam daripada sekadar memberi sebagian harta kepada yang membutuhkan.
Zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir, menyucikan harta dari hak orang lain, dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Dalam Al-Qur’an, Allah sering menyandingkan perintah salat dan zakat dalam satu ayat.
Artinya dalam hal ini menandakan keduanya sama pentingnya dalam kehidupan seorang Muslim.
Saat seorang Muslim menunaikan zakat, ia menunjukkan ketaatan kepada Allah dan kepedulian terhadap sesama.
Hal ini menjadikan zakat sebagai bentuk ibadah yang tidak hanya berdimensi vertikal kepada Tuhan, tetapi juga horizontal kepada manusia.
Pilar Ekonomi Umat
Islam memandang zakat sebagai instrumen untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.
Dengan zakat, kekayaan tidak hanya berputar di kalangan orang berada, tapi juga mengalir kepada yang membutuhkan.
Zakat menjaga keseimbangan ekonomi, membantu mustahik bangkit dari kesulitan, dan memperkuat daya tahan sosial masyarakat.
Melalui sistem zakat yang teratur dan terdistribusi dengan baik, umat Islam bisa membangun kemandirian ekonomi dan mengurangi kemiskinan secara signifikan.
Oleh karena itu, zakat bukan hanya soal ibadah, tapi juga strategi pemberdayaan umat.
Wujud Keimanan dan Ketaatan
Rasulullah SAW menegaskan bahwa zakat menjadi bukti nyata keimanan seseorang.
Dalam banyak riwayat, beliau menyebut bahwa orang yang enggan menunaikan zakat termasuk golongan yang mengingkari kewajiban agama.
Bahkan dalam sejarah Islam, Khalifah Abu Bakar RA berperang melawan kelompok yang menolak zakat.
Karena beliau melihatnya sebagai pelanggaran serius terhadap rukun Islam.
Dengan membayar zakat, seorang Muslim menunjukkan bahwa imannya bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam tindakan nyata.
Zakat menjadi bukti bahwa seorang hamba tunduk kepada perintah Allah dalam aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola harta.
Kesimpulan
Zakat masuk dalam rukun Islam karena perannya yang sangat besar dalam menjaga keseimbangan spiritual dan sosial umat.
Ia menyucikan jiwa, menyehatkan ekonomi, dan mempererat ikatan antar sesama.
Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan manusia.
Melalui zakat, umat Islam diajarkan untuk tidak menumpuk kekayaan sendiri, melainkan ikut menyalurkan rezeki agar keberkahan tersebar merata.
Maka, zakat bukan hanya kewajiban, tapi juga solusi.
















