Aksi pencurian sepeda motor kembali meresahkan warga Kota Medan. Kali ini, sebuah sepeda motor milik warga Medan Area hilang digondol pelaku saat kondisi lingkungan dinilai lengang, tepat menjelang waktu azan subuh.
Korban pencurian, Ahmad Junaidi Nasution, menceritakan bahwa peristiwa tersebut baru diketahuinya pada pagi hari setelah keluarganya membuka pintu rumah. Ia mengaku sebelumnya sempat beraktivitas hingga larut malam.
“Kronologisnya, saya baru pulang jam 2 malam, ngopi di sekitar sini. Kemudian saya masukkan kereta (sepeda motor), saya kunci pakar (pagar). Kemudian pada jam 5, jam 8 pagi, istri dan anak saya buka pintu, kemudian melihat pagar sudah terbuka dan kereta sudah tidak ada,” ujar Ahmad Junaidi kepada wartawan, Rabu (28/01/2026).
Merasa curiga, korban kemudian mengecek rekaman kamera pengawas di sekitar rumahnya. Dari hasil pantauan CCTV, pencurian diketahui terjadi menjelang subuh.
“Dicek kemudian kami cek CCTV, rupanya mereka mengambil kereta, membuka pagar dan mengambil kereta saya pada jam 4.45, lebih kurang jam 4.45 sampai jam 5. Itu pada saat menjelang azan subuh,” katanya.
Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, korban menyebut pelaku berjumlah dua orang dengan ciri-ciri berbeda.
“Pelakunya yang terlihat dari sisi CCTV itu dua orang. Satu menggunakan masker dan satu yang sedang menghisap rokok,” ucapnya.
Adapun modus yang digunakan pelaku tergolong nekat. Mereka masuk dengan membuka pagar rumah, memastikan situasi aman, lalu membawa sepeda motor korban keluar secara paksa.
“Cara masuk ke dalam mereka membuka pagar, mengendap-endap, melihat situasi, kemudian mengangkat kereta keluar dan mematahkan stang keretanya untuk dibawa kabur oleh mereka,” jelas Ahmad Junaidi.
Atas kejadian tersebut, korban langsung melaporkan pencurian ke pihak kepolisian. Laporan resmi dibuat di Polsek Medan Area pada hari yang sama.
“Pagi langsung saya lapor ke Polsek sekitar. Pagi jam 8 saya langsung keliling ke daerah Jermal 15 sampai jam 11. Jam 11 lah saya dan istri saya ke Polsek Medan Area untuk membuat laporan,” katanya.
Terkait keamanan lingkungan, korban mengungkapkan bahwa rumahnya berada di kawasan yang memiliki penjaga malam. Namun, patroli keamanan disebut hanya berlangsung hingga sebelum waktu subuh.
“Nah, jadi setiap malam itu jaga malam itu berkeliling. Setiap jam mereka berkeliling sampai mereka mengatakan mereka keliling itu sampai tok terakhir itu pas saya bertanya dengan mereka itu sampai jam 4. Empat atau setengah 5. Nah, setengah 5 mereka langsung pulang ke rumah, tidak selesai azan subuh mereka sampaikan seperti itu,” ungkapnya.
Korban pun berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap para pelaku.
“Ya harapannya, ya kalau harapan saya kalau bisa kereta saya kembali syukur alhamdulillah. Tapi ya harapan mungkin tipis, ya saya berharap besar untuk pelaku dapat secepatnya tertangkap untuk memberikan efek jera bagi pelaku-pelaku yang lain,” tuturnya.
Kasus ini kini dalam penanganan Polsek Medan Area dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang subuh.
















