Medan – Ir. H. Amran Sinaga resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Propinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Sumatera Utara periode 2019-2023.
Wakil Bupati Simalungun itu terpilih melalui Musyawarah Propinsi (Musprov) Percasi Sumut di Aula KONI Sumut, Medan, Jumat (22/11/2019). Amran Sinaga berhasil meraup 18 suara dari total 31 pemilih. Sisanya, 13 suara menjadi milik Juliski Simorangkir.
Namun, kemenangan Amran Sinaga diwarnai isu ‘money politic’. Dan itu, aminkan salah satu vooter pada Musprov Percasi Sumut. Menurutnya, pengcab – pengcab ditawari oleh salah satu calon sebesar Rp 1 juta untuk membuat dukungan calon Ketua Umum. Kemudian, dijanjikan dana pembinaan sebesar Rp 2 juta bila calon tersebut memenangkan pemilihan.
“Ada juga calon menjanjikan lebih dari itu. Judulnya, dana transport dan uang pembinaan”,kata salah satu vooter yang tak mau namanya disebutkan.
Isu money politic itu pun menguap pada saat musprov. Pantauan wartawan, dari tayangan CCTV di salah satu ruangan KONI Sumut jalannya Musda terkesan alot dan diwarnai beberapa adegan perdebatan di dalam ruangan.
Informasi yang beredar proses pemilihan calon ketua Percasi Sumut tersebut juga diwarnai ‘money politik’ diduga sebagai pemicu keributan di dalam ruangan.
Disamping itu, ada yang aneh dalam acara tersebut. Musda digelar tertutup pada sesi penyampaian visi misi bakal calon.
Tidak diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi, Ketua Panitia Timur Panjaitan, menetapkan sesi visi misi dua calon secara tertutup. Termasuk untuk kalangan wartawan olahraga yang meliput kegiatan Musda.
Padahal sebelumnya acara yang dibuka oleh Ketua Bidang Organisasi KONI Sumut Sakiruddin itu terbuka.
Saat ditanya wartawan kepada Timur Panjaitan kenapa saat penyampaian visi misi calon dilakukan tertutup dia hanya beralasan, takut ruangan membludak.
“Nanti semua pada masuk,” ujarnya.
Pihak KONI Sumut juga mengaku heran mengenai sikap panitia tersebut. Menurut Sakiruddin dia telah menyampaikan kepada panitia, agar Musda tidak dilakukan tertutup, apalagi menggunakan sarana di Kantor KONI Sumut.
“Apa kepentingannya harus digelar tertutup saat penyampaian visi misi. Apalagi digelar di kantor KONI Sumut yang merupakan milik publik dan ini merupakan Musda olahraga,” kata Sakiruddin.
Selain itu, kalangan insan catur di provinsi ini mengaku pesimis terpilihnya Amran Sinaga mampu menggairahkan cabang olahraga itu. Pasalnya dalam musda tersebut sebagian besar masyarakat dan pengurus catur sama sekali tidak mengetahui dan tidak bisa mendengar visi misi yang disampaikan dua kandidat yakni Juliski Simorangkir dan Amran Sinaga karena acara berlangsung tertutup.
Apalagi usai terpilih sebagai Ketua Percasi Sumut untuk periode 2019-2023 Amran Sinaga beserta tim suksesnya langsung ‘ cicing’ dan enggan memberi keterangan resmi kepada wartawan mengenai visi misi dan programnya untuk memajukan olahraga catur yang belakangan minim prestasi. Usai acara pihak panitia maupun para peserta terkesan terburu-buru meninggalkan kantor KONI Sumut.(malaon)
















