Peluncuran Bansos Digital Diundur Lagi, Luhut Targetkan November
Peluncuran Bansos Digital Diundur Lagi, Luhut Targetkan November. Program Bantuan Sosial (Bansos) berbasis digital direncanakan untuk diluncurkan secara bersamaan di seluruh negeri pada Mei 2026. Namun, keputusan ini masih menunggu hasil evaluasi pemerintah terkait peluncuran bansos digital perdana, yang dimulai di Banyuwangi pada bulan September lalu.
“Saya akan mengadakan rapat besok, tanggal 18. Di minggu pertama bulan depan, saya akan mendengarkan evaluasi dari hasil uji coba yang terjadi di Banyuwangi. Jadi saya ingin menegaskan bahwa kita perlu melakukan studi yang mendalam. Dan laporan tentang uji coba di Banyuwangi ini akan saya dengar nanti,” ungkap Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, saat dijumpai di JS Luwansa Hotel and Convention Center, Jakarta, pada hari Kamis (16/10/2025).
Menurut Luhut, uji coba bansos digital di Banyuwangi telah melibatkan antara 255 hingga 300 ribu peserta. Namun, dia masih mendapati beberapa masalah dalam pelaksanaan program tersebut.
“Dari pelaksanaan yang lalu, ada sekitar 255 ribu peserta yang terdaftar di Banyuwangi, hampir menjangkau 300 ribu. Namun, laporan awal yang saya terima menyebutkan ada beberapa kekurangan, tetapi saya rasa itu masih bisa dikelola,” jelas Luhut.
Dia juga menambahkan, akan ada keputusan dalam rapat mendatang mengenai perlunya uji coba tambahan di kabupaten lain atau langsung ke provinsi. Apabila evaluasi menunjukkan hasil positif, maka peluncuran bansos digital akan dilakukan bersama Presiden Prabowo Subianto dan perwakilan dari Bank Dunia.
“Saya mengusulkan pada presiden untuk meluncurkan pada bulan Maret, April, atau Mei. Dalam waktu itu, kita akan meluncurkan secara nasional bersamanya, dan bersama Bank Dunia. Ini akan meningkatkan reputasi Indonesia,” kata Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa seluruh sistem digital untuk bansos dikembangkan oleh generasi muda di Indonesia, tanpa menggunakan dana dari investor asing. Teknologi yang digunakan juga melibatkan kerjasama dengan universitas-universitas terkemuka di tanah air.
“Semua merupakan produk lokal, hingga hari ini kami belum mengeluarkan uang. Kami memanfaatkan sumber daya yang ada di dalam negeri. Ada pihak yang membuat sistem ini bernama Tubagus, Andika, dan semua pelakunya adalah anak muda. Kami mengajak mahasiswa dari ITB, UI, UGM untuk berpartisipasi,” ungkap Luhut.
Luhut pun optimis bahwa jika semua tahap dilaksanakan sesuai dengan rencana, sistem pembayaran dan identifikasi digital akan sepenuhnya terintegrasi dalam 2-3 tahun ke depan. Ini tentunya akan bertepatan dengan akhir masa jabatan Presiden Prabowo.
“Jika masa jabatan pertama presiden berakhir, atau mendekati akhir tahun terakhir, saya yakin ini sudah akan terwujud. ”
Sebagai tambahan, digitalisasi bansos ini akan memungkinkan penerima untuk mendaftar langsung melalui portal Perlintos dengan menggunakan autentikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan verifikasi biometrik.
Saat uji coba di Banyuwangi, bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel, sebanyak 167 Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan 25 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) disiapkan untuk membantu proses pendaftaran di Desa Kemiren dan Kelurahan Lateng.
















