Pemilik usaha doorsemer sekaligus konten kreator dengan akun @banggereal, Gerel, melaporkan dugaan penganiayaan terhadap karyawannya ke pihak kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi di area tempat usahanya dan disebut sudah sangat mengganggu keamanan serta kenyamanan rumah sekaligus lokasi usaha.
Gerel menjelaskan, kejadian bermula saat dirinya sedang memantau karyawan yang bekerja. Tanpa pemberitahuan, sekelompok orang tiba-tiba masuk ke area usaha dan memicu keributan.
“Kejadian bermula saat saya sedang memantau karyawan yang sedang bekerja. Tiba-tiba, segerombolan orang yang terdiri dari empat orang datang dan langsung membuat onar dengan masuk ke area kami tanpa izin,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (31/01/2026).
Menurut Gerel, salah satu pelaku kerap melakukan provokasi dengan menggeber kendaraan di depan lokasi usaha. Perilaku tersebut disebut sudah sering terjadi dan dipicu oleh dendam pribadi terhadap salah satu karyawan.
“Salah satu pelaku yang mengenakan kemeja biru, topi, dan membawa parang sering melakukan aksi geber-geber kendaraan di depan tempat usaha kami, dan diketahui memang memiliki dendam pribadi terhadap salah satu karyawan,” ujarnya.
Gangguan yang terjadi berulang kali akhirnya memicu emosi karyawan. Saat sedang membersihkan parit di depan usaha menggunakan sendok semen, karyawan tersebut menggertak pelaku agar tidak lagi mengganggu hingga secara refleks melemparkan sendok semen ke arah pelaku.
Sekitar setengah jam berselang, pelaku kembali mendatangi lokasi bersama rombongan, termasuk ibunya. Mereka langsung masuk ke area usaha dan melakukan penganiayaan terhadap karyawan.
“Sekitar setengah jam setelah kejadian, pelaku kembali datang membawa rombongan, termasuk ibunya. Mereka masuk ke dalam, membuat keributan, dan melakukan penganiayaan, sementara pelaku tetap membawa senjata tajam,” jelasnya.
Gerel mengaku telah melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian dan kini menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Ia berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara hukum karena dinilai sudah melewati batas.
“Saya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan berharap masalah ini cepat terselesaikan secara hukum karena sudah sangat mengganggu kenyamanan rumah dan tempat usaha kami,” pungkasnya.

















