Mabuk perjalanan masih menjadi keluhan umum yang kerap dialami masyarakat saat bepergian menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil hingga pesawat. Kondisi ini memang tidak berbahaya, tetapi dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu aktivitas selama perjalanan.
Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan, mabuk perjalanan dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Gejalanya meliputi mual, pusing, tubuh terasa lemas, hingga muntah, sehingga perlu diantisipasi agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan.
Mabuk perjalanan umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan sinyal antara mata, telinga bagian dalam, dan sistem saraf. Meski tidak tergolong penyakit serius, kondisi ini dapat membuat perjalanan terasa tidak nyaman jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah sederhana untuk mencegah dan mengurangi gejala yang muncul.
Berikut ini beberapa cara efektif yang dapat dilakukan untuk mengatasi mabuk perjalanan.
Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan
Hindari Makan Terlalu Kenyang Sebelum Bepergian
Mengisi perut sebelum perjalanan tetap dianjurkan, namun sebaiknya tidak berlebihan. Perut yang terlalu penuh dapat memicu rasa mual dan pusing akibat guncangan kendaraan.
Atur Posisi Duduk yang Tepat
Gejala mabuk perjalanan cenderung memburuk jika duduk menghadap ke belakang atau menyamping. Usahakan memilih posisi duduk yang menghadap ke depan, seperti kursi dekat jendela saat naik pesawat atau bagian tengah kendaraan, agar tubuh lebih mudah menyesuaikan gerakan.
Manfaatkan Aromaterapi
Penggunaan aromaterapi dapat membantu meredakan mual dan rasa tidak nyaman. Minyak kayu putih, lavender, lemon, adas, atau kapulaga dikenal memiliki aroma yang menenangkan selama perjalanan.
Konsumsi Makanan Ringan atau Permen
Membawa camilan dapat membantu mengurangi rasa pusing dan mual. Pilihan seperti buah, keripik, permen mint, atau makanan manis ringan dapat menjadi pendamping perjalanan yang efektif.
Pastikan Istirahat yang Cukup
Kondisi tubuh yang bugar sangat penting, terutama saat menempuh perjalanan jauh. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko munculnya pusing dan mual selama berada di kendaraan.
Hindari Membaca atau Menggunakan Ponsel
Aktivitas yang membuat mata fokus pada satu titik, seperti membaca atau bermain ponsel, dapat memperparah mabuk perjalanan. Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian antara penglihatan dan gerakan tubuh.
Nikmati Udara Segar
Menghirup udara luar dengan membuka jendela sedikit dapat membantu meredakan rasa mual. Sirkulasi udara yang baik membuat tubuh lebih rileks selama perjalanan.
Gunakan Obat Mabuk Perjalanan Jika Diperlukan
Obat antimabuk dapat dikonsumsi satu hingga dua jam sebelum berangkat sesuai anjuran dokter. Beberapa jenis obat seperti domperidone, metoclopramide, atau ondansetron efektif mengurangi mual, namun perlu diperhatikan efek samping berupa kantuk, terutama bagi pengemudi.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko mabuk perjalanan dapat diminimalkan. Perjalanan pun menjadi lebih nyaman, aman, dan tetap menyenangkan meski menempuh jarak yang panjang.
















