Perkuat Penanggulangan HIV/AIDS, Dinkes Medan dan PKBI Sumut Dorong Swakelola Tipe 3 di Kota Medan
Upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Medan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil (OMS).
Salah satu langkah nyata dilakukan oleh PKBI Sumatera Utara bersama Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) yang menggelar Konferensi Pers Media Lokal untuk mendukung pelaksanaan kontrak sosial Program HIV di Kota Medan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi mendorong pemahaman lebih luas terkait mekanisme Swakelola Tipe III, yang memungkinkan OMS terlibat langsung sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelaksanaan program kesehatan, khususnya HIV/AIDS.
Apa Itu Swakelola Tipe 3 dalam Program HIV/AIDS?
Menurut Eka Prahadian Abdurahman, Technical Officer PKBI Sumut, mekanisme Swakelola Tipe III mengacu pada Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 dan Peraturan LKPP No. 3 Tahun 2021, yang membuka ruang partisipasi OMS dalam kegiatan riset, edukasi, pemberdayaan, hingga pendampingan masyarakat.
“Swakelola Tipe III bukan hanya soal teknis, tetapi cara strategis memperkuat kemitraan antara pemerintah dan masyarakat sipil. Ini penting untuk menjawab tantangan sosial seperti HIV/AIDS yang sudah masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM),” jelas Eka, dalam konferensi pers di Kantor PKBI Sumut, Jumat (26/9/2025).
Peran Media dalam Pengawasan Program HIV di Medan
Konferensi pers ini juga menyoroti peran penting media lokal dalam mengawal transparansi dan keberlanjutan program HIV di Sumatera Utara, terutama dalam hal pelaksanaan kontrak sosial.
Media diharapkan mampu menjadi penghubung antara pemerintah, OMS, dan masyarakat umum, guna memastikan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan partisipasi publik.
Dinkes Medan Dorong Tes HIV untuk Ibu Hamil Lewat Swakelola Tipe 3
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Medan menegaskan komitmennya terhadap target nasional Three Zeros:
- Nol infeksi baru HIV
- Nol kematian akibat AIDS
- Nol diskriminasi terhadap ODHA
Melalui program Swakelola Tipe 3, Dinkes Medan akan fokus pada dua kegiatan utama sepanjang 2025:
- Percepatan tes dan skrining HIV bagi ibu hamil, dilakukan melalui jaringan bidan dan rumah sakit swasta.
- Peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kota Medan, sebagai momentum kampanye masif penanggulangan HIV.
Menurut Emilda SKM, Pengelola Program HIV Dinkes Medan, langkah ini penting untuk memperluas akses layanan kesehatan yang inklusif dan bebas stigma.
Fokus Utama Program Penanggulangan HIV Dinkes Medan:
- Perluasan layanan tes dan skrining HIV, termasuk di praktik bidan mandiri dan faskes swasta.
- Pelatihan tenaga kesehatan tentang standar layanan dan sistem rujukan yang efektif.
- Kolaborasi multipihak antara pemerintah, OMS, dan sektor swasta untuk menghadirkan layanan ramah dan bebas diskriminasi.
Data Terbaru Kasus HIV di Kota Medan 2025
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Medan hingga triwulan pertama 2025:
- Total kasus HIV/AIDS sejak 2006: 9.883 kasus
- Kasus baru Januari–Maret 2025: 398 kasus
- Kelompok usia paling terdampak: 25–49 tahun (usia produktif)
- Mayoritas kasus: Laki-laki
- Kelompok risiko tertinggi:
- Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL)
- Populasi umum
- Penderita TB
- Pasangan ODHA
- Pekerja seks
Sebanyak 5.813 ODHA di Medan telah mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) secara rutin.
Layanan konseling dan tes HIV (VCT) terus diperluas dengan dukungan berbagai komunitas untuk edukasi dan pendampingan.
Tantangan Penanggulangan HIV: Stigma Sosial dan Minimnya Edukasi Seksual
Meski berbagai program telah digencarkan, tantangan terbesar masih berupa stigma dan diskriminasi. Banyak individu enggan menjalani tes HIV karena takut dikucilkan.
Karena itu, edukasi HIV/AIDS dan kampanye publik yang lebih agresif dibutuhkan, terutama menyasar kalangan remaja dan dewasa muda.
“Diperlukan peningkatan anggaran, edukasi seksual komprehensif, dan pelibatan komunitas untuk memutus mata rantai penularan HIV,” kata Emilda.
Kolaborasi Multi-Stakeholder di Kota Medan
Turut hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini:
- Adelia Risa P SE, M.SP (Ketua Kerja Lingkup Sosial BAPEDA Kota Medan)
- Mariance S.STP, M.SP (Kabid Rehabsos Dinas Sosial Medan)
- Saurma MGP Siahaan (Ketua Yayasan Peduli Anak HIV/AIDS)
- Marsudi Budi Utomo (Pengelola Program KPA Kota Medan)
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat sistem layanan kesehatan dan menurunkan angka penularan HIV/AIDS secara signifikan.
















