Program PKH di Medan Tingkatkan Taraf Hidup Keluarga Kurang Mampu
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mengurangi angka kemiskinan melalui berbagai program bantuan sosial.
Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang hingga kini menjadi salah satu program unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di Kota Medan, ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) merasakan langsung dampak positif dari program ini, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendorong peningkatan kualitas hidup.
Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa keluarga kurang mampu tetap mendapatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan gizi yang layak.
PKH menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi kelompok rentan dan membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.
Tujuan dan Sasaran Program PKH
Program Keluarga Harapan dirancang untuk membantu keluarga miskin dan rentan miskin yang memiliki komponen anggota keluarga tertentu. Sasaran utama PKH meliputi:
- Ibu hamil dan anak balita,
- Anak sekolah dari jenjang SD hingga SMA,
- Penyandang disabilitas berat,
- Lansia berusia 70 tahun ke atas.
Melalui bantuan ini, pemerintah ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Anak-anak penerima manfaat diharapkan tidak putus sekolah, ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan yang baik, dan lansia bisa hidup lebih layak.
Mekanisme Penyaluran PKH di Kota Medan
Bantuan PKH disalurkan secara non-tunai melalui bank-bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
Setiap KPM mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi untuk mencairkan dana bantuan di ATM atau e-warong (warung elektronik).
Proses penyaluran dilakukan empat kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Besaran bantuan disesuaikan dengan komponen yang dimiliki setiap keluarga penerima, antara lain:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun,
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3.000.000 per tahun,
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun,
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun,
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun,
- Lansia dan disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun.
Keluarga penerima manfaat dapat mengecek status bantuan mereka melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan data wilayah sesuai KTP.
Dampak Nyata PKH bagi Keluarga Kurang Mampu
Sejak dilaksanakan di Kota Medan, PKH terbukti membantu banyak keluarga keluar dari situasi ekonomi sulit. Banyak penerima manfaat yang kini mampu membuka usaha kecil, membiayai pendidikan anaknya hingga ke jenjang menengah, serta memperbaiki kondisi tempat tinggal mereka.
Selain memberikan bantuan langsung, pemerintah juga mendorong KPM untuk mengikuti kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). D
alam kegiatan ini, penerima manfaat mendapatkan edukasi mengenai kesehatan, pendidikan, keuangan keluarga, dan kewirausahaan agar mereka bisa lebih mandiri.
Integrasi PKH dengan DTSEN untuk Data Akurat
Agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, pemerintah kini mengintegrasikan data penerima PKH dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sistem ini memastikan bahwa hanya warga yang benar-benar memenuhi kriteria ekonomi tertentu yang bisa menerima bantuan.
Dengan DTSEN, pemerintah dapat memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat secara real-time dan memperbarui data secara berkala. Jika ada perubahan status ekonomi, sistem akan menyesuaikan penerima manfaat agar bantuan tidak salah sasaran.
Dinas Sosial Kota Medan juga terus melakukan verifikasi dan validasi data lapangan, bekerja sama dengan kelurahan dan kecamatan agar distribusi bantuan berjalan transparan dan akuntabel.
Harapan Pemerintah untuk Penerima PKH
Melalui PKH, pemerintah berharap warga penerima manfaat dapat memanfaatkan bantuan secara bijak, terutama untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan peningkatan taraf hidup.
Program ini bukan hanya sekadar memberi bantuan uang tunai, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi.
Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Medan terus mengajak masyarakat agar aktif memperbarui data di DTSEN, melaporkan perubahan kondisi sosial, dan berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan yang diselenggarakan pemerintah.
Kesimpulan
Program Keluarga Harapan di Medan membuktikan bahwa bantuan sosial bisa menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui integrasi digital, pendampingan intensif, dan pembaruan data yang akurat, PKH terus berperan penting dalam menekan angka kemiskinan di Kota Medan.
Dengan dukungan aktif masyarakat, transparansi data melalui DTSEN, dan komitmen pemerintah daerah, PKH diharapkan terus menjadi program andalan yang membangun kemandirian keluarga miskin dan memperkuat ekonomi rakyat kecil.
















