Peminjaman M. Hidayat dari PSMS Medan ke PSIS Semarang berlangsung dalam waktu singkat setelah adanya kesepakatan antarmanajemen. Pemain yang akrab disapa Dayat itu dijadwalkan berangkat ke Semarang sehari setelah pembicaraan dilakukan.
Manajer PSMS Medan, Riris Sufadli, menyebut respons cepat datang dari manajemen PSIS maupun internal PSMS.
“Ya dengan cepat direspons manajemen PSIS atau kita, ternyata besok Dayat harus sudah berangkat,” ungkapnya kepada wartawan saat di wawancarai, Rabu (22/01/2026).
Riris menjelaskan bahwa keputusan tersebut segera disampaikan kepada seluruh pemain PSMS Medan. Ia menekankan bahwa kepergian Dayat bukanlah perpisahan permanen.
“Iya, makanya juga saya kemari sampaikan ke anak-anak, bahwasanya perpisahan bukan selamanya. Bisa jadi tahun depan, musim depan dia bergabung kembali sama kita,” jelasnya
Lebih lanjut, Riris menegaskan bahwa status M. Hidayat adalah pemain pinjaman, bukan transfer penuh. Hal ini membuka peluang kembalinya sang pemain ke PSMS Medan pada musim berikutnya.
“Iya, peminjaman,” ujarnya.
Terkait duasi peminjaman, Riris menyebut sejauh ini informasi yang diterima hanya sampai akhir musim kompetisi. Ia mengaku belum mengetahui secara rinci skema kontrak lanjutan yang akan dijalani pemain tersebut.
“Ya seperti itu ya, sampai saat ini sih infonya sampai musim inilah. Untuk ke depannya juga saya belum tahu kontraknya seperti apa. Kebetulan pun kita untuk di nomor pemain Dayat, kita juga sudah banyaklah gitu kan,” ungkapnya.
Menurut Riris, PSMS Medan saat ini memiliki kedalaman skuad yang cukup di posisi yang ditinggalkan Dayat. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan manajemen melepas pemainnya dengan status peminjaman.
“Iya, lagi banyaklah kita,” ujarnya.
Menjelang keberangkatan ke Semarang, Riris juga menyampaikan pesan singkat untuk M. Hidayat. Ia berharap sang pemain mampu menjalani masa peminjaman dengan hasil positif.
“Sukses buat Dayat,” pungkasnya sembari menutup.















