Kongres Biasa PSSI Sumatera Utara Tahun 2026 digelar sebagai forum strategis untuk menyelaraskan arah organisasi sepak bola di daerah. Agenda ini menjadi momentum penting pasca perubahan kebijakan struktural yang ditetapkan PSSI Pusat, Kamis (15/01/2026).
Pelaksana Tugas (PLT) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga, menyampaikan bahwa pelaksanaan kongres sempat mengalami penundaan akibat sejumlah pertimbangan federasi.
“Hari ini kita melaksanakan Kongres Tahunan yang seharusnya sudah dilakukan sebelumnya, namun ada kondisi tertentu sehingga pelaksanaannya harus ditunda,” ujar Arya.
Dalam paparannya, Arya menegaskan adanya perubahan mendasar dalam struktur organisasi PSSI di semua tingkatan.
“Sekarang tidak ada lagi Asprov dan Askab atau Askot, semuanya menjadi PSSI Provinsi dan PSSI Kabupaten/Kota Dengan ditunjuk oleh Ketua PSSI Provinsi nantinya, Ketua Askab dan Askot jika tidak mengerjakan program dari Provinsi, ya diganti. Simple. Dulu terlalu banyak kongres di Kabupaten/Kota tapi klubnya tidak ada.,” katanya.
Ia juga menjelaskan penghapusan sistem pemilihan EXCO di tingkat daerah demi efektivitas program.
“Yang dipilih hanya ketuanya saja, dan PSSI Kabupaten/Kota ditunjuk langsung oleh Ketua PSSI Provinsi agar program bisa sejalan dan mudah dievaluasi,” ungkap Arya.
Ketua Umum KONI Sumatera Utara, Kolonel TNI (Purn) Hatunggal Siregar, mengapresiasi langkah transformasi yang dilakukan PSSI.
“Ini langkah berani dan visioner untuk memutus kebuntuan komunikasi serta mengurangi konflik politik organisasi di daerah,” ujarnya.
Hatunggal menilai sistem penunjukan akan memperkuat akuntabilitas kepengurusan daerah.
“Jika tidak berprestasi atau tidak menjalankan program, pengurus bisa langsung diganti tanpa proses panjang, sehingga pembinaan tidak terbengkalai,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Utara, M. Mahfullah Pratama Daulay, menegaskan fokus utama olahraga daerah menuju PON 2028.
“Seluruh muara kegiatan olahraga Sumatera Utara kami arahkan untuk persiapan PON 2028, termasuk cabang sepak bola,” katanya.
Mahfullah menambahkan Sumatera Utara akan menjaga kekuatan atlet daerah dengan kebijakan strategis.
“Kami akan melarang mutasi atlet keluar daerah dan menyiapkan atlet bayangan sejak 2026 agar kualitas dan kesiapan atlet terus meningkat,” pungkasnya.

















