Tanjung Balai| – Ratusan guru guru datangi kantor Dinas Pendidikan Tanjung Balai Selasa (9/10).Kedatangan para guru SMP dan SD tersebut kerna merasa kesal dan kecewa akibat belum dicairkannya dana lauk pauk yang di anggarkan dalam.APBD Tanjung Balai dari bulan Januari 2018 sampai sekarang oleh Dinas Pendidikan Tanjung Balai.
Amatan awak media dikantor dinas pendidikan,kedatangan ratusan guru SMP dan SD tersebut langsung diterima kadis pendidikan Tanjung Balai Tety Juliani.Pertemuan yang dipimpin langsung oleh kadis di aula dinas tertutup bagi awak media.
Salah seorang guru yang tidak ingin disebutkan namanya selesai pertemuan tersebut kepada awak media mengatakan,kedatangan para guru guru ini ingin mempertanyakan perihal uang lauk pauk yang belum cair.”Dari mulai bulan Januari sampai sekarang uang lauk pauk kami belum cair.Sudah hampir setahun dana tersebut belum dicairkan bendahara dinas pendidikan,”ujarnya.
“Setiap kali dipertanyakan tentang pencairan uang sayur kami itu,selalu pihak dinas pendidikan dan bendaharanya selalu mengatakan belum lagi.Dana lauk pauk yang seharusnya kami terima sebagai guru perorangnya setiap bulan jumlahnya bervariasi,kalau untuk golongan Rp.750.000 sedangkan empat jumlah Rp.800.000.” Kami selaku PNS sangat. mengharapkan dana tunjangan tersebut untuk menambah biaya kebutuhan sehari hari.Tetapi seolah olah dinas pendidikan seperti menghambat proses pencairannya,”timpal salah seorang guru lainnya.
Ketua PGRI Tanjung Balai Arifin ketika dikonfirmasi awak media mengatakan,tuntutan parabguri guru tersebut sangat tidak beralasan.”Dana lauk pauk atau yang disebut dengan dana tambahan penghasilan untuk tidak ada.Baik itu di dalam APBD maupun PAPBD Tanjung Balai tidak ada di anggarkan dana tambahan penghasilan para guru tersebut.” Sesuai dengan Permendikibud 2017 tentang pelarangan pemberian dana tambahan penghasilan guru,”tegasnya.
Ketika M24 ingin mengkonfirmasikan hal tersebut kepada bendahara maupun Kadis Pendidikan Tanjung Balai tidak berhasil.(Surya)















