Kementrian Sosial (Kemensos) menegaskan Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga paling rentan yang selama ini luput dari akses pendidikan formal. Hal itu disampaikan saat peninjauan penyelenggaraan pembelajaran di Sekolah Rakyat 1 Deli Serdang
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sosial Indonesia Saifullah Yusuf, melihat langsung perkembangan proses belajar mengajar yang telah berjalan selama enam bulan dengan jumlah siswa mencapai 150 orang. Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung siswa dengan latar belakang sosial dan kemampuan akademik yang beragam, termasuk anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.
“Ini adalah kebijakan khusus untuk keluarga yang paling kurang mampu, dengan siswa-siswa yang khusus, dengan proses pembelajaran yang khusus, guru-gurunya juga guru-guru yang khusus, dan diharapkan nanti output-nya itu melahirkan generasi yang tangguh,” ujar kepada wartawan saat presskon di sekolah rakyat, Sabtu (31/01/2026).
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi wujud kehadiran negara bagi keluarga yang selama ini tidak tercatat dalam berbagai program bantuan pemerintah. Program ini diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Itulah sesungguhnya program strategis dari Bapak Presiden Prabowo untuk menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini telah putus harapan,” katanya.
Pemerintah mengapresiasi peran kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang disebut sebagai program pertama sejak Indonesia merdeka.
“Terima kasih kepada wartawan, stakeholder, semua pemangku kepentingan yang telah ikut mengawal penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang pertama kali diselenggarakan sejak Indonesia merdeka,” tegasnya.
















