Sekolah Rakyat (SR) Putra-Putri Fajar (PPF) 1 Deli Serdang menerapkan sistem pembelajaran yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum asrama. Sistem ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari berbagai latar belakang dengan pendekatan pendidikan yang inklusif.
Kepala Sekolah Sekolah Rakyat 1 Deli Serdang, Reni Lasmaria Sinaga, menjelaskan bahwa sekolah menggunakan prinsip *multi-entry multi-exit (MiMe) yang memungkinkan peserta didik masuk tanpa batasan usia tertentu. Prinsip ini menjadi pembeda utama dengan sekolah reguler pada umumnya.
“Jadi MiMe itu bukan kurikulum di Sekolah Rakyat, hanya bagaimana sistem anak itu luar dan masuk, tidak membatasi umur,” ungkapnya kepada wartawan, Sabtu (31/01/2026).
Reni menyebutkan bahwa kurikulum nasional tetap menjadi acuan utama, diperkuat dengan pemantapan materi dan kurikulum asrama. Kurikulum asrama dirancang khusus untuk mendukung peran wali asuh dan wali asrama dalam pembinaan siswa.
Setiap hari Sabtu, sekolah secara khusus melaksanakan pendidikan karakter melalui program BERSUKA. Program ini menjadi ruang interaksi intens antara siswa dengan wali asuh dan wali asrama.
“Jadi murni setiap Sabtu kita ada pendidikan karakter, namanya Program BERSUKA, Bersama Wali Asuh dan Wali Asrama Kesayanganku,” ujarnya.
Selain akademik dan karakter, SR PPF 1 Deli Serdang juga menyediakan 18 kegiatan ekstrakurikuler dengan instruktur bersertifikat. Beberapa di antaranya meliputi olahraga, seni, pramuka, hingga kelas olimpiade dan internasional.
Sekolah ini juga telah mencatat prestasi dengan meraih kemenangan lomba literasi tingkat internasional. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan pendidikan Sekolah Rakyat mampu bersaing secara global.
“Baru-baru ini anak-anak kita menang lomba literasi tingkat internasional, ini kabar baik untuk SR PPF 1 Deli Serdang,” pungkasnya.
















