Sopir Mengantuk, Angkot Hantam Betor, Mobil, dan Halte Bus di Medan
Kecelakaan beruntun melibatkan satu unit angkutan kota (angkot) terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, pada Senin siang. Angkot dengan nomor pintu 103 yang melaju dari arah Pancur Batu menuju Universitas Negeri Medan (Unimed) menabrak dua becak motor (betor), satu mobil pribadi, dan sebuah halte bus.
Beruntung, dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut, tidak ada korban jiwa. Angkot berpelat BK 1883 UE itu sedang dalam keadaan kosong, tanpa membawa penumpang.
Sopir: “Saya Ketiduran Saat Mengemudi”
L. Sipayung (35), pengemudi angkot berwarna merah itu, mengaku saat kejadian ia merasa sangat mengantuk. Ia kehilangan kendali karena sempat tertidur sesaat saat kendaraan melintas di lokasi kejadian.
“Saya dari Pancur Batu ke arah Unimed untuk cari penumpang. Tapi saat sampai di sana, mata saya tiba-tiba merem. Begitu sadar, saya sudah menabrak becak, mobil, dan halte,” kata Sipayung.
Akibat kecelakaan tersebut, angkot yang dikendarainya mengalami kerusakan di bagian depan, termasuk radiator yang rusak parah. Sipayung menyatakan siap bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi.
“Ini kecelakaan, bukan saya sengaja. Saya juga yang menanggung semuanya. Saya bukan pelaku kriminal,” ujarnya.
Saksi Mata: “Angkot Melaju Kencang”
Seorang saksi bernama Agus Salim (46), yang bekerja sebagai tukang tambal ban di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa saat itu ia sedang memperbaiki becak milik pelanggannya di dekat halte. Tiba-tiba, ia melihat angkot melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak becak yang sedang diperbaiki.
“Saya lagi ngobrol sama tukang becak, tiba-tiba angkotnya datang ngebut. Langsung nabrak becaknya, lalu menghantam halte, tempat tambal ban saya, dan mobil parkir,” cerita Agus.
Agus yang sempat duduk tak jauh dari tempat kejadian langsung berlari menyelamatkan diri. Ia mengatakan, meskipun kerusakan cukup parah, hanya satu orang mengalami cedera ringan berupa kaki terkilir.
Kerusakan Parah pada Halte dan Kendaraan
Dua betor mengalami kerusakan berat, mobil yang diparkir di pinggir jalan lecet, dan halte bus roboh akibat hantaman keras. Tiang penyangga dan atap halte terlihat runtuh, menyisakan puing-puing yang kemudian dibersihkan oleh aparat kepolisian bersama warga. Sementara itu, proses evakuasi kendaraan yang terlibat dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang masih berlangsung.

















