Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Subjektif vs Objektif: Mana yang Tepat untuk Dasar Penilaian?

Maksum Rangkuti by Maksum Rangkuti
27 November 2025
in Artikel, Pendidikan
0
Subjektif vs Objektif: Mana yang Tepat untuk Dasar Penilaian?

Subjektif vs Objektif: Mana yang Tepat untuk Dasar Penilaian?

189
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Subjektif vs Objektif: Mana yang Tepat untuk Dasar Penilaian?

Dalam banyak situasi, terutama saat menilai sesuatu atau membuat keputusan, kita sering mendengar dua istilah yang terdengar mirip tapi sebenarnya sangat berbeda: subjektif dan objektif. Keduanya sering dipakai sebagai dasar penilaian, namun tidak selalu cocok digunakan dalam setiap kondisi. Sebelum menentukan mana yang paling tepat, penting untuk memahami bagaimana keduanya bekerja dan apa dampaknya pada cara kita melihat suatu hal.

Apa Itu Penilaian Subjektif?

Penilaian subjektif muncul dari dalam diri seseorang. Artinya, apa yang kita nilai sangat mungkin dipengaruhi oleh perasaan, preferensi pribadi, hingga pengalaman masa lalu. Karena itu, hasil penilaian tiap orang bisa saja berbeda meskipun objeknya sama.

Biasanya, penilaian subjektif muncul saat kita berbicara tentang:

  • Selera pribadi
  • Pengalaman individu
  • Sudut pandang emosional
  • Pendapat yang tidak bisa diukur angka

Contoh sederhana, seseorang berkata, “Aku merasa lagu itu terlalu pelan.” Pendapat ini tentu tidak bisa dibenarkan atau disalahkan, karena setiap orang punya rasa yang berbeda.

Apa Itu Penilaian Objektif?

Berbeda dengan subjektif, penilaian objektif berpegangan pada fakta dan data. Pendekatan ini tidak dipengaruhi emosi atau kepentingan pribadi. Karena itu, hasil penilaian cenderung sama walau dilakukan oleh banyak orang.

Penilaian objektif biasanya berkaitan dengan:

  • Informasi yang bisa diuji
  • Data yang dapat diukur
  • Fakta yang tidak berubah
  • Proses analisis tanpa melibatkan perasaan

Contohnya, “Lagu itu berdurasi empat menit.” Pernyataan ini bisa dibuktikan siapa saja tanpa bergantung pada opini seseorang.

Kenapa Keduanya Sering Dipakai sebagai Dasar Penilaian?

Meskipun terlihat berlawanan, subjektif dan objektif punya perannya masing-masing, antara lain:

  • Membantu Menilai Secara Lebih Adil

    Dalam proses yang membutuhkan keadilan, seperti seleksi kerja, evaluasi kinerja, atau penilaian akademik, pendekatan objektif lebih aman dipakai. Dengan mengutamakan fakta, keputusan jadi lebih transparan dan tidak mudah dipengaruhi rasa suka atau tidak suka.

  • Menghargai Variasi Sudut Pandang

    Subjektivitas juga penting, terutama di bidang yang sarat kreativitas seperti seni, konten, atau musik. Justru dari perbedaan pendapat inilah muncul karya-karya yang unik. Penilaian subjektif membuat kita lebih menghargai keberagaman perspektif.

  • Mengurangi Penilaian yang Tidak Seimbang

    Saat kita memahami kapan harus memakai pendekatan subjektif dan kapan membutuhkan sudut pandang objektif, proses pengambilan keputusan menjadi lebih terarah. Dengan begitu, penilaian yang kita buat tidak mudah condong ke satu sisi tanpa alasan yang jelas. Hasilnya, keputusan terasa lebih logis dan tetap mempertimbangkan unsur kemanusiaan yang dibutuhkan dalam situasi tertentu.

Jadi, Mana yang Lebih Tepat Digunakan?

Tidak ada jawaban yang selalu benar. Penilaian yang baik biasanya muncul dari kombinasi keduanya. Data memang penting agar keputusan tetap masuk akal, namun pengalaman serta intuisi kita juga memberi sudut pandang tambahan yang tidak bisa disampaikan hanya lewat angka.

Misalnya, dalam pekerjaan, data membantu kita menentukan hasil, sementara intuisi membantu kita memahami kondisi manusia di baliknya.

Kesimpulan

Dengan memahami perbedaan subjektif dan objektif, kita bisa memilih pendekatan yang paling sesuai dengan situasi. Kadang kita perlu melihat sesuatu apa adanya, kadang kita perlu memakai perasaan untuk menilai lebih dalam. Yang penting, kita tahu kapan harus menggunakan keduanya agar penilaian menjadi lebih bijak dan seimbang.

Tags: arti subjektifcara menilai secara netralcontoh penilaian objektifdasar penilaianmakna objektifpenilaian pribadiPerbedaan subjektif dan objektif

Related Posts

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung
Artikel

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam Bangkit Tajam! Naik Rp167 Ribu Setelah Terpuruk

2 Februari 2026
Sering Disebut Hedon? Ini Makna dan Bahayanya
Artikel

Self Reward Tak Harus Mahal, Ini Cara Menghargai Diri Tanpa Bikin Kantong Jebol

2 Februari 2026
ChatGPT Kini Bisa Prediksi Usia demi Lindungi Anak
Artikel

Google Dorong Transformasi Search dengan Gemini 3, Tantang Dominasi ChatGPT

30 Januari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam di Medan Tembus Rp 3 Juta per Gram

30 Januari 2026
Tak Punya Lahan? Ini 7 Cara Menanam Cabai Tanpa Tanah Pakai Barang Bekas
Artikel

Tak Punya Lahan? Ini 7 Cara Menanam Cabai Tanpa Tanah Pakai Barang Bekas

29 Januari 2026
Next Post
Tabel Pinjaman KUR BRI 2025: Cicilan Rp1–100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI 2025: Cicilan Rp1–100 Juta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Hasil Pertanian Sebagai Bahan Peralatan Tepat Guna

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Hasil Pertanian Sebagai Bahan Peralatan Tepat Guna

23 Agustus 2022
Sudah Masuk Rekening? Bansos Rp 900 Ribu Mulai Dicairkan!

Sudah Masuk Rekening? Bansos Rp 900 Ribu Mulai Dicairkan!

21 Oktober 2025
Bersiaplah! Bansos Beras 10 Kg Segera Cair Jadi Bantuan Tambahan untuk Lebaran

Bersiaplah! Bansos Beras 10 Kg Segera Cair Jadi Bantuan Tambahan untuk Lebaran

7 Maret 2025
Petugas Dishub Medan Ditikam Oleh Pengendara

Petugas Dishub Medan Ditikam Oleh Pengendara

19 Oktober 2023

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.