Puasa merupakan salah satu ibadah pokok dalam ajaran Islam yang memiliki kedudukan penting bagi umat Muslim. Pelaksanaannya tidak hanya menuntut menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga harus memenuhi ketentuan tertentu agar ibadah tersebut dinilai sah dan menjadi kewajiban bagi seorang Muslim.
Dalam hukum Islam, syarat puasa dibagi ke dalam dua bagian utama, yaitu syarat sah puasa dan syarat wajib puasa. Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam menentukan keabsahan serta kewajiban seseorang untuk menjalankan puasa.
Pengertian Syarat Puasa dalam Islam
Syarat puasa berkaitan dengan ketentuan yang menentukan apakah seseorang dikenai kewajiban berpuasa dan apakah puasa yang dilakukan diterima menurut syariat. Dalam buku Puasa: Syarat dan Rukun yang Membatalkan karya Saiyid Mahadhir, Lc., MA, dijelaskan bahwa syarat puasa terbagi menjadi syarat sah dan syarat wajib.
Syarat Sah Puasa
Syarat sah puasa merupakan ketentuan yang harus terpenuhi agar puasa yang dijalankan dianggap sah secara hukum Islam. Dalam buku Menjaga Puasa Ramadhan karya Dr. Mansur Chadi Mursid, M.M, disebutkan beberapa syarat sah puasa sebagai berikut:
1. Beragama Islam
Puasa hanya dinilai sah jika dilakukan oleh seorang Muslim. Puasa yang dikerjakan oleh orang kafir atau orang yang keluar dari Islam tidak dianggap sah menurut syariat.
2. Suci dari Haid dan Nifas bagi Perempuan
Perempuan yang sedang mengalami haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa. Puasa yang dilakukan dalam kondisi tersebut dinilai tidak sah berdasarkan pendapat mayoritas ulama.
3. Berakal
Puasa tidak sah apabila dilakukan oleh orang yang tidak memiliki akal sehat, seperti orang gila atau mereka yang mengalami gangguan jiwa.
4. Dilaksanakan pada Waktu yang Ditetapkan
Puasa hanya sah jika dilakukan pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Puasa menjadi tidak sah apabila dikerjakan pada hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.
Apabila seluruh syarat ini terpenuhi, maka puasa yang dilakukan dinilai sah menurut hukum Islam.
Syarat Wajib Puasa
Syarat wajib puasa adalah ketentuan yang menyebabkan seseorang diwajibkan menjalankan puasa, khususnya puasa Ramadan. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka kewajiban puasa tidak berlaku baginya. Para ulama fikih sepakat bahwa syarat wajib puasa meliputi:
1. Beragama Islam
Kewajiban puasa hanya ditetapkan bagi umat Islam. Orang non-Muslim tidak dibebani kewajiban tersebut.
2. Baligh
Puasa wajib hanya dikenakan kepada mereka yang telah mencapai usia baligh. Anak-anak belum diwajibkan berpuasa, meskipun dianjurkan untuk mulai dilatih sejak dini.
3. Berakal
Orang yang tidak memiliki akal sehat tidak dikenai kewajiban puasa.
4. Sehat
Seseorang yang sedang sakit diperbolehkan tidak berpuasa. Namun, jika telah sembuh, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkan pada hari lain.
5. Mampu
Puasa diwajibkan bagi mereka yang memiliki kemampuan fisik untuk melaksanakannya. Orang lanjut usia atau mereka yang kondisi tubuhnya sangat lemah sehingga tidak mampu berpuasa tidak diwajibkan berpuasa dan dapat menggantinya dengan membayar fidyah, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 184.
6. Tidak Sedang dalam Perjalanan
Orang yang sedang melakukan perjalanan dengan ketentuan tertentu diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.
7. Suci dari Haid dan Nifas bagi Perempuan
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diwajibkan berpuasa. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Aisyah RA, yang menyebutkan bahwa perempuan haid dan nifas diperintahkan untuk mengganti puasa, tetapi tidak diwajibkan mengganti salat.
Penutup
Memahami perbedaan antara syarat sah dan syarat wajib puasa sangat penting agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dengan memenuhi ketentuan tersebut, puasa tidak hanya sah secara hukum Islam, tetapi juga menjadi ibadah yang bernilai dan diterima di sisi Allah SWT.

















