Bahasa senantiasa berubah mengikuti perkembangan zaman, dan Generasi Z turut berperan aktif melahirkan ragam istilah baru yang kreatif serta khas. Inovasi bahasa ini menunjukkan bagaimana anak muda menyesuaikan cara berkomunikasi dengan realitas sosial mereka.
Di tengah dominasi teknologi digital, bahasa gaul Gen Z menjadi elemen penting dalam percakapan sehari-hari, khususnya di ruang media sosial. Istilah-istilah tersebut digunakan untuk mengekspresikan diri secara lebih santai dan relevan.
Mulai dari Instagram hingga TikTok, bahasa slang kerap menjadi sarana komunikasi yang mampu menyatukan generasi muda. Penggunaan istilah yang sama menciptakan rasa kebersamaan dalam interaksi daring.
Berikut adalah lebih dari 50+ istilah slang Gen Z yang perlu dipahami agar tetap mengikuti dinamika pergaulan di dunia digital:
1. Simp – Seseorang yang terlalu memuja atau mendewakan orang lain, seringkali tanpa timbal balik.
2. No cap – Berarti jujur, tidak bohong.
3. Bet – Digunakan untuk menunjukkan persetujuan atau konfirmasi (contoh: “Oke, bet”).
4. Sus – Kependekan dari “suspicious”, artinya mencurigakan.
5. Stan – Seseorang yang sangat mengidolakan atau mendukung seseorang atau sesuatu.
6. W – Singkatan dari “win”, artinya kemenangan atau sesuatu yang positif.
7. L – Singkatan dari “loss”, digunakan ketika seseorang mengalami kegagalan atau kekalahan.
8. Slay – Digunakan untuk memuji seseorang yang melakukan sesuatu dengan sangat baik atau tampil menawan.
9. Yeet – Teriakan untuk mengekspresikan kegembiraan atau ketika melempar sesuatu.
10. Vibe – Suasana hati atau perasaan umum dari suatu situasi.
11. Fire – Digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat bagus atau keren.
12. Lit – Berarti sesuatu yang seru atau menyenangkan.
13. GOAT – Singkatan dari “Greatest of All Time”, artinya yang terbaik.
14. Bussin’ – Makanan yang sangat enak.
15. Tea – Informasi atau gosip.
16. Flex – Pamer sesuatu, biasanya kekayaan atau pencapaian.
17. Ghosting – Menghilang tiba-tiba dari komunikasi, terutama dalam hubungan.
18. Clout – Popularitas atau pengaruh, terutama di media sosial.
19. Lowkey – Sesuatu yang dilakukan atau dirasakan secara diam-diam, tidak ingin banyak orang tahu.
20. Highkey – Kebalikan dari “lowkey”, dilakukan atau dirasakan secara terbuka dan tanpa malu-malu.
21. Savage – Seseorang yang berani atau melakukan sesuatu tanpa takut atau peduli dengan konsekuensinya.
22. Thirsty – Seseorang yang tampak terlalu berusaha untuk mendapatkan perhatian atau validasi.
23. FOMO – Singkatan dari “Fear of Missing Out”, ketakutan akan ketinggalan sesuatu yang menarik.
24. Sksksk – Tertawa atau reaksi panik di media sosial, sering digunakan oleh kaum muda.
25. Periodt – Penegasan terakhir untuk menutup argumen atau pernyataan.
26. Dead – Ketika sesuatu sangat lucu sampai membuat seseorang merasa “mati” karena tertawa.
27. Ship – Mendukung hubungan dua orang, biasanya dalam konteks romansa.
28. Karen – Seseorang yang terlalu banyak mengeluh atau marah tanpa alasan yang jelas.
29. Boujee – Seseorang atau sesuatu yang sangat mewah atau berkelas.
30. Mood – Sesuatu yang mencerminkan perasaan atau situasi seseorang saat itu.
31. AF – Singkatan dari “as fuck”, untuk menekankan intensitas (contoh: “Itu keren AF”).
32. Rona – Slang untuk virus corona (COVID-19).
33. Snatched – Tampak sangat rapi atau menawan, sering kali merujuk pada penampilan.
34. Receipts – Bukti, biasanya dalam bentuk screenshot atau pesan, digunakan dalam argumen.
35. Catch these hands – Ancaman untuk berkelahi atau bertengkar.
36. Main character – Seseorang yang bertindak seolah-olah mereka adalah pusat dari semua perhatian.
37. Big yikes – Ekspresi kejutan atau malu yang sangat kuat.
38. Extra – Seseorang yang berlebihan dalam berperilaku atau bertindak.
39. Creepy – Seseorang atau sesuatu yang menakutkan atau aneh.
40. Zaddy – Lelaki yang menarik secara fisik dan memiliki gaya atau kharisma.
41. VSCO girl – Stereotip gaya hidup yang sering dikaitkan dengan fashion remaja perempuan seperti memakai scrunchies dan Hydro Flasks.
42. TMI – Singkatan dari “Too Much Information”, terlalu banyak informasi pribadi yang dibagikan.
43. Woke – Seseorang yang sangat sadar atau peka terhadap isu-isu sosial.
44. Drip – Gaya atau pakaian yang sangat keren atau modis.
45. Shook – Kaget atau terkejut.
46. Rizz – Pesona atau kemampuan untuk menarik perhatian lawan jenis.
47. Pog – Singkatan dari “play of the game”, artinya sesuatu yang luar biasa atau mengesankan.
48. Fam – Singkatan dari “family”, digunakan untuk merujuk pada teman-teman dekat.
49. Cap – Kebohongan atau tidak benar (kebalikan dari “no cap”).
50. Hit different – Ketika sesuatu terasa lebih baik atau lebih kuat dari biasanya.
51. Gucci – Sesuatu yang baik atau keren, berasal dari merek fesyen.
52. Slaps – Sesuatu yang sangat bagus atau enak, biasanya merujuk pada musik.
53. Troll – Seseorang yang membuat komentar provokatif atau menyebalkan untuk mengganggu orang lain di internet.
54. Receipts – Bukti yang digunakan dalam argumen, sering berupa tangkapan layar atau rekaman pesan.
55. Szn – Singkatan dari “season”, digunakan untuk menggambarkan waktu tertentu dalam hidup atau tren (contoh: “hot girl szn”)
Bahasa slang Gen Z tidak sekadar muncul sebagai tren sesaat, tetapi merepresentasikan gaya hidup, budaya populer, serta identitas generasi muda. Setiap istilah lahir dari pengalaman sosial yang dekat dengan keseharian mereka.
Dengan memahami makna di balik istilah-istilah tersebut, komunikasi lintas generasi dapat terjalin lebih efektif. Selain itu, pemahaman ini membantu melihat cara berpikir dan pola interaksi generasi muda di era modern.
















