Pemerintah Kota Medan menegaskan komitmennya untuk mengelola penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) secara transparan dan berintegritas sebagai upaya meningkatkan kepercayaan publik serta mendukung percepatan pembangunan daerah.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Waas, menyoroti urgensi keterbukaan dalam pengelolaan pajak bumi dan bangunan (PBB) karena perannya yang strategis sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah.
“Pengelolaannya harus dilakukan secara transparan, profesional dan berintegritas guna menumbuhkan kepercayaan publik,” ujar dia, di Medan, Senin.
Menurut dia, keterbukaan dalam pengelolaan PBB diyakini mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi wajib pajak sekaligus memastikan dana yang terkumpul benar-benar dialokasikan untuk kepentingan pembangunan.
Atas dasar itu, Rico meminta seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Medan untuk terus menghadirkan terobosan dan inovasi dalam mengoptimalkan penerimaan PBB.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan koordinasi lintas perangkat daerah serta integrasi program agar pembangunan berjalan selaras dan berkelanjutan.
Rico berharap optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor PBB, dapat tercapai secara maksimal sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“PBB adalah instrumen vital yang manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Medan mencetak sebanyak 542.166 surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) PBB dengan total nilai mencapai Rp972.045.127.089.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Medan, M Agha Novrian, menyatakan pihaknya akan memperketat standar operasional prosedur (SOP) guna mengoptimalkan penerimaan PBB.
Ia menambahkan, pemerintah kota telah melakukan berbagai inovasi serta evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah hambatan yang muncul pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kami memperkuat SOP agar SPPT PBB ini tidak lagi memakan waktu berbulan-bulan untuk sampai ke masyarakat. Target kami, dalam tiga bulan semua sudah tersebar,” pungkasnya.
















