Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Bisa Berisiko Gagal Cair, Segera Lakukan Pengecekan
Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Namun, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, karena bantuan PKH BPNT bisa berisko gagal cair tahap akhir tahun, apabila tidak memenuhi sejumlah ketentuan.
Pasalnya, tidak sedikit penerima yang berpotensi mengalami gagal cair atau bahkan kehilangan hak bantuan akibat kendala administrasi, data yang tidak valid, hingga perubahan kebijakan pemerintah.
Kurangnya informasi dan keterlambatan dalam melakukan pengecekan status bantuan juga menjadi faktor utama yang sering terjadi di lapangan.
Baca juga: Cara Cek Bantuan BPNT Desember 2025 Untuk KPM
Lalu, kapan jadwal pencairannya? Apa saja penyebab bansos bisa tidak cair? Dan bagaimana cara mengecek bantuan tambahan? Simak ulasan lengkap berikut ini.
Jadwal Pencairan PKH dan BPNT Tahap 4
Berdasarkan pola penyaluran sebelumnya, PKH dan BPNT tahap 4 biasanya disalurkan pada periode Oktober hingga Desember.
Tahap ini menjadi pencairan terakhir di tahun berjalan, sehingga sangat penting bagi KPM untuk memastikan data kepesertaan masih aktif dan valid, agar PKH dan BPNT tidak Berisko Gagal.
Pencairan dilakukan secara bertahap melalui:
- Rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN)
- PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu
Namun, tidak semua KPM otomatis menerima bantuan jika terdapat kendala administrasi atau perubahan data.
Penyebab Bansos PKH dan BPNT Berisiko Gagal Cair
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan bansos tahap 4 tidak cair atau hangus, antara lain:
1. Data Tidak Valid atau Tidak Terverifikasi
Perbedaan data NIK, KK, atau status kependudukan dapat menyebabkan sistem menolak pencairan.
2. Tidak Lagi Memenuhi Kriteria Penerima
KPM yang dianggap sudah mampu secara ekonomi atau keluar dari kategori miskin ekstrem bisa dicoret dari daftar penerima.
3. Tidak Melakukan Aktivasi Rekening KKS
Rekening yang tidak aktif atau tidak pernah digunakan berpotensi membuat dana tidak tersalurkan dan juga bisa membuat PKH dan BPNT Berisko Gagal.
4. Tidak Mengambil Bantuan di PT Pos
Untuk penyaluran via kantor pos, bantuan harus diambil sesuai jadwal. Jika terlewat, dana bisa dikembalikan ke kas negara.
5. Perubahan Kebijakan dan Evaluasi DTKS
Pemerintah secara berkala melakukan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berdampak pada status penerima.
Cara Cek Status Penerima PKH dan BPNT
Agar tidak ketinggalan informasi, KPM disarankan rutin mengecek status bantuan dengan cara berikut:
- Kunjungi situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa)
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Ketik kode verifikasi
- Klik Cari Data
Jika terdaftar, akan muncul informasi jenis bantuan dan tahap pencairan.
Kesimpulan
Berikut itulah penyebab bansos PKH dan BPNT berisko gagal cair, segera lakukan pengecekan data kamu di cekbansos.kemensos.go.id.

















