Akademisi Dr. Robie Fanreza Apresiasi Langkah Kapolrestabes Medan Wujudkan Kota Aman dan Beretika
Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sekaligus mubaligh dan penulis buku Etika di Jalan Raya, Dr. Robie Fanreza, M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolrestabes Medan Kombes Dr. Jean Calvijn Simanjuntak dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan jalanan di Kota Medan.
Menurut Dr. Robie, langkah yang diambil Kapolrestabes Medan merupakan strategi efektif dalam menciptakan rasa aman dan tertib di tengah masyarakat.
Ia menilai tindakan cepat dan terukur aparat kepolisian sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial dan memberikan ruang aman bagi warga dalam beraktivitas.
“Ketika aparat bertindak cepat dan terukur terhadap pelaku kejahatan, masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang, baik pagi, siang, maupun malam hari. Keamanan publik adalah hak dasar warga negara yang wajib dijaga bersama,” ujar Dr. Robie saat acara bedah buku Etika di Jalan Raya di halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Medan, Rabu (29/10/2025).
Kejahatan Jalanan Menurun 30 Persen
Berdasarkan data Polrestabes Medan, sepanjang triwulan ketiga tahun 2025, lebih dari 150 kasus kriminal jalanan berhasil diungkap, termasuk tindak kejahatan geng motor, aksi “rampok rayap besi”, hingga peredaran narkotika.
Langkah cepat, terukur, dan kolaboratif di bawah komando Kombes Jean Calvijn terbukti menurunkan angka kejahatan jalanan di Kota Medan hingga 30 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pendekatan Humanis dan Kolaboratif
Meski demikian, Dr. Robie menekankan bahwa keberhasilan Polrestabes Medan bukan hanya karena tindakan represif semata, melainkan juga karena pendekatan humanis yang dilakukan Kapolrestabes.
“Beliau tidak hanya memimpin dengan tangan kuat, tapi juga dengan hati terbuka. Kapolrestabes aktif berkoordinasi dan membangun sinergi dengan tokoh agama, lembaga pendidikan, dan komunitas masyarakat,” ujarnya.
Pendekatan tersebut, kata Dr. Robie, sejalan dengan semangat community policing yang menjadi bagian dari tujuh program prioritas Polri, yakni memperkuat sinergitas antara aparat dan masyarakat untuk menciptakan keamanan berbasis partisipasi publik.
Masyarakat Perlu Dukung dengan Etika Sosial
Dr. Robie juga menegaskan bahwa menciptakan kota yang aman tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan etika sosial juga sangat menentukan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Diperlukan kesadaran hukum, pendidikan moral, dan etika sosial di tengah masyarakat. Buku Etika di Jalan Raya saya tulis untuk menumbuhkan budaya tertib dan beradab di ruang publik,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan fondasi penting bagi terciptanya kota yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara moral dan sosial.
“Ketika aparat dan warga berjalan seiring, kejahatan akan kehilangan ruang tumbuhnya. Inilah wajah Polri yang humanis, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutup Dr. Robie Fanreza.

















