Apa Itu Frasa? Ketahui Pengertian Jenis -Jenis dan Contohnya
Frasa adalah bagian penting dalam bahasa Indonesia karena membentuk satu kesatuan makna dari dua kata atau lebih. Berbeda dengan klausa yang memiliki subjek dan predikat, frasa tidak memiliki predikat sehingga tidak bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap. Namun, keberadaan frasa menambah variasi dan kejelasan dalam komunikasi sehari-hari. Dengan memahami frasa, kita bisa menyusun kalimat yang lebih efektif dan menarik.
Pengertian Frasa
Secara sederhana, frasa adalah gabungan kata yang membentuk makna tertentu. Frasa bisa berfungsi sebagai subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan dalam sebuah kalimat. Keberadaan frasa mempermudah penyusunan kalimat yang kompleks tanpa harus membuat kalimat terlalu panjang. Misalnya, dalam kalimat “Anak itu sedang bermain di taman,” frasa “anak itu” berfungsi sebagai subjek, “sedang bermain” sebagai predikat, dan “di taman” sebagai keterangan tempat.
Jenis-Jenis Frasa
Berdasarkan Persamaan Distribusi
Frasa dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan persamaan distribusinya, antara lain:
- Frasa Endosentris
Frasa endosentris memiliki unsur yang bisa menggantikan keseluruhan frasa tanpa mengubah fungsi kalimat. Jenis-jenis frasa endosentris antara lain:- Koordinatif: Kedua unsur sejajar dan setara, contohnya “ibu dan ayah” atau “makan dan minum”. Kedua kata dapat berdiri sendiri namun tetap menjaga makna utama.
- Atributif: Salah satu unsur memberikan keterangan pada unsur lainnya, misalnya “rumah besar” atau “buku baru”. Kata “besar” dan “baru” menambah informasi mengenai kata benda.
- Apositif: Kedua unsur merujuk pada hal yang sama dan biasanya dipisahkan koma, seperti “Ibu Susi, kepala sekolah” atau “Pak Budi, dosen matematika”. Frasa apositif membantu menjelaskan atau menegaskan identitas suatu subjek.
- Frasa Eksosentris
- Frasa eksosentris tidak memiliki unsur yang bisa menggantikan seluruh frasa tanpa mengubah fungsi kalimat. Contohnya “di rumah” atau “ke pasar”. Frasa ini biasanya menunjukkan lokasi, arah, atau tujuan, sehingga tidak bisa dipotong atau diganti salah satu katanya tanpa merusak makna.
- Frasa Endosentris
Berdasarkan Kelas Kata
Frasa juga bisa dibedakan berdasarkan jenis kata yang membentuknya:
Frasa Preposisi
Diawali dengan kata depan, seperti “di dalam rumah”, “ke pasar”, “dari Jakarta”. Biasanya digunakan untuk menunjukkan tempat, asal, atau arah.
Frasa Nomina
Berfungsi sebagai kata benda, contohnya “buku tebal”, “rumah besar”, “kucing hitam”. Frasa ini dapat menjadi subjek atau objek kalimat.
Frasa Verbal
Berperan sebagai kata kerja, misalnya “sedang membaca”, “telah pergi”, “akan datang”. Frasa verbal sering menjadi predikat dalam kalimat.
Frasa Adverbial
Berfungsi sebagai kata keterangan, contohnya “dengan cepat”, “sangat lambat”, “di sana”. Frasa adverbial menjelaskan bagaimana, kapan, atau di mana suatu tindakan terjadi.
Frasa Numeralia
Menunjukkan jumlah atau kuantitas, misalnya “dua buku”, “lima puluh orang”, “seratus rupiah”. Frasa numeralia mempermudah pembaca mengetahui angka atau jumlah secara spesifik.
Frasa Adjektiva
Memberi keterangan tambahan pada kata benda atau kata lain, seperti “sangat cantik”, “terlalu besar”, “kurang pintar”. Frasa ini menambah kualitas atau sifat pada subjek atau objek.
Frasa adalah elemen penting dalam bahasa yang membantu menyusun kalimat lebih jelas dan variatif. Dengan memahami jenis-jenis frasa, kita bisa menulis dan berbicara dengan lebih efektif.















