Selasa, 3 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Berita

Bakar Alquran, Pria di Cina Terancam Dipenjara dan Terkena Denda

by
29 Oktober 2018
in Berita
0
192
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SEORANG pria asal Xian, Cina, ditangkap dan dipenjara karena mengunggah video secara online tentang dirinya membakar salinan Alquran. Menurut polisi, video itu sudah menyebar di media sosial Weibo.

Kantor Polisi Wild Goose Pagoda di Xian tidak merinci identitas pria tersebut. Dia dikenai tuduhan menghasut kebencian nasional atau diskriminasi nasional di bawah pasal 47 Undang-Undang Administratif Keamanan Publik Cina.

Kejahatan seperti itu membuatnya terancam hukuman penjara maksimal 15 hari dan denda 1.000 yuan (Rp2,1 juta). Namun, menurut polisi dia hanya dihukum 10 hari penjara.

Laporan polisi tidak menyebutkan platform media sosial mana yang digunakan pelaku untuk mengunggah video. Posting yang dibagikan secara luas di Weibo tersebut juga menunjukkan foto Alquran berbahasa Mandarin tergeletak di lantai, dengan beberapa halamannya robek dan sebagian sudah berjelaga.

Sebagian besar pengguna Weibo menyatakan dukungan untuk pria tersebut dan mempertanyakan hukuman penjara baginya.

“Membakar buku-buku agama (menjadi kejahatan), ini seperti hukum Islam menentang penistaan…membuat norma agama lebih penting daripada norma-norma sekuler. Apakah China adalah negara yang religius?!,” tulis seorang pengguna Weibo yang mendapat like lebih dari 1.700 kali, seperti dikutip The Star, Minggu (28/10/2018) malam.

Islamophobia online di Cina semakin meluas, meskipun populasi Muslim besar Cina mencapai sekitar 23 juta.

Berita tentang “perlakuan khusus” terhadap Muslim, seperti promosi kue bulan halal bagi mahasiswa Muslim di sebuah universitas di Beijing tahun lalu dan insiden kekerasan anti-Han di Provinsi Xinjiang yang berpenduduk mayoritas Muslim dalam beberapa tahun terakhir, telah memicu gelombang komentar Islamophobia di media sosial Cina.

Sebuah makalah penelitian baru-baru ini oleh Luwei Rose Luqiu dan Fan Yang menemukan stereotip negatif dari Muslim dan Islam di media Cina.

Banyak editorial yang diterbitkan di Global Times—media milik negara—selama setahun terakhir telah menggambarkan budaya Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang sebagai komunitas terbelakang, takhayul dan membutuhkan modernisasi.

Sebuah artikel di Global Times pada hari Rabu lalu mengatakan, “Dengan promosi keterampilan kejuruan, hukum dan peraturan nasional dan pendidikan de-ekstremisme, lebih banyak penduduk dan peserta pelatihan di Xinjiang mulai menyadari bahwa perempuan seharusnya tidak diperlakukan sebagai ‘harta pribadi’ dari suami mereka”.

Artikel itu merujuk pada pusat penahanan kontroversial bagi Muslim di Xinjiang yang menurut pemerintah ditujukan untuk menderadikalisasi umat Islam dan memberikan pelatihan kejuruan.

Xian, yang terletak di provinsi barat laut Shaanxi, pernah menjadi titik awal Jalur Sutra kuno. Diperkirakan 50.000 hingga 70.000 etnis Muslim Hui tinggal di kota yang memiliki populasi lebih dari delapan juta jiwa tersebut.

Kota ini dikenal dengan Muslim Quarter, distrik berabad-abad dengan masjid dan kios makanan halal yang mengingatkan akan warisan Islam di kota tersebut.

SEORANG pria asal Xian, Cina, ditangkap dan dipenjara karena mengunggah video secara online tentang dirinya membakar salinan Alquran. Menurut polisi, video itu sudah menyebar di media sosial Weibo.

Kantor Polisi Wild Goose Pagoda di Xian tidak merinci identitas pria tersebut. Dia dikenai tuduhan menghasut kebencian nasional atau diskriminasi nasional di bawah pasal 47 Undang-Undang Administratif Keamanan Publik Cina.

Kejahatan seperti itu membuatnya terancam hukuman penjara maksimal 15 hari dan denda 1.000 yuan (Rp2,1 juta). Namun, menurut polisi dia hanya dihukum 10 hari penjara.

Laporan polisi tidak menyebutkan platform media sosial mana yang digunakan pelaku untuk mengunggah video. Posting yang dibagikan secara luas di Weibo tersebut juga menunjukkan foto Alquran berbahasa Mandarin tergeletak di lantai, dengan beberapa halamannya robek dan sebagian sudah berjelaga.

Sebagian besar pengguna Weibo menyatakan dukungan untuk pria tersebut dan mempertanyakan hukuman penjara baginya.

“Membakar buku-buku agama (menjadi kejahatan), ini seperti hukum Islam menentang penistaan…membuat norma agama lebih penting daripada norma-norma sekuler. Apakah China adalah negara yang religius?!,” tulis seorang pengguna Weibo yang mendapat like lebih dari 1.700 kali, seperti dikutip The Star, Minggu (28/10/2018) malam.

Islamophobia online di Cina semakin meluas, meskipun populasi Muslim besar Cina mencapai sekitar 23 juta.

Berita tentang “perlakuan khusus” terhadap Muslim, seperti promosi kue bulan halal bagi mahasiswa Muslim di sebuah universitas di Beijing tahun lalu dan insiden kekerasan anti-Han di Provinsi Xinjiang yang berpenduduk mayoritas Muslim dalam beberapa tahun terakhir, telah memicu gelombang komentar Islamophobia di media sosial Cina.

Sebuah makalah penelitian baru-baru ini oleh Luwei Rose Luqiu dan Fan Yang menemukan stereotip negatif dari Muslim dan Islam di media Cina.

Banyak editorial yang diterbitkan di Global Times—media milik negara—selama setahun terakhir telah menggambarkan budaya Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang sebagai komunitas terbelakang, takhayul dan membutuhkan modernisasi.

Sebuah artikel di Global Times pada hari Rabu lalu mengatakan, “Dengan promosi keterampilan kejuruan, hukum dan peraturan nasional dan pendidikan de-ekstremisme, lebih banyak penduduk dan peserta pelatihan di Xinjiang mulai menyadari bahwa perempuan seharusnya tidak diperlakukan sebagai ‘harta pribadi’ dari suami mereka”.

Artikel itu merujuk pada pusat penahanan kontroversial bagi Muslim di Xinjiang yang menurut pemerintah ditujukan untuk menderadikalisasi umat Islam dan memberikan pelatihan kejuruan.

Xian, yang terletak di provinsi barat laut Shaanxi, pernah menjadi titik awal Jalur Sutra kuno. Diperkirakan 50.000 hingga 70.000 etnis Muslim Hui tinggal di kota yang memiliki populasi lebih dari delapan juta jiwa tersebut.

Kota ini dikenal dengan Muslim Quarter, distrik berabad-abad dengan masjid dan kios makanan halal yang mengingatkan akan warisan Islam di kota tersebut.

Tags: Bakar AlquranPria di Cina Terancam Dipenjara dan Terkena Denda

Related Posts

Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2025/2026: Daftar Lawan 20 Klub Resmi Ditentukan
Berita

Putaran Ketiga Pegadaian Championship 2025/2026: Daftar Lawan 20 Klub Resmi Ditentukan

2 Februari 2026
Musda XI Golkar Sumut Diwarnai Kericuhan, Situasi Sempat Memanas di Sekitar Lokasi
Berita

Andar Amin Harahap Resmi Pimpin Golkar Sumut, Terpilih Aklamasi di Musda XI

2 Februari 2026
Musda XI Golkar Sumut Diwarnai Kericuhan, Situasi Sempat Memanas di Sekitar Lokasi
Berita

Musda XI Golkar Sumut Diwarnai Kericuhan, Situasi Sempat Memanas di Sekitar Lokasi

2 Februari 2026
Ace Hasan Syadzily Buka Musda XI Golkar Sumut, SC Nyatakan Satu Kandidat Lolos Verifikasi
Berita

Ace Hasan Syadzily Buka Musda XI Golkar Sumut, SC Nyatakan Satu Kandidat Lolos Verifikasi

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Berita

Harga Emas Pegadaian Awal Februari Turun Tajam, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah

2 Februari 2026
Pemilik Doorsemer  Laporkan Penganiayaan Karyawan, Pelaku Datang Bawa Parang
Berita

Pemilik Doorsemer Ungkap Kronologi Keributan Berujung Penganiayaan Karyawan

2 Februari 2026
Next Post

Dua Orang Sedang Asyik Ngisap Ganja Dibekuk Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Manfaat Air Kelapa Muda dan Efek Samping Bagi Tubuh dan

Manfaat Air Kelapa Muda dan Efek Samping Bagi Tubuh

23 Januari 2025
Keutamaan Mendengarkan Adzan dan Menjawabnya Menurut Sunnah

Keutamaan Mendengarkan Adzan dan Menjawabnya Menurut Sunnah

16 Desember 2025
Khusus bagi KPM Berstatus SI! Hari Ini, Bank Mulai Aktif Proses Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu

Khusus bagi KPM Berstatus SI! Hari Ini, Bank Mulai Aktif Proses Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Rp600 Ribu

11 Juni 2025
Cara Aktivasi Rekening Bansos PIP Pencairan Termin 2

Cara Aktivasi Rekening Bansos PIP Pencairan Termin 2

27 Juni 2025

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.