Pemerintah Kota Medan saat ini masih memproses penyaluran bantuan bencana alam yang bersumber dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut mencakup perbaikan rumah sebanyak 71 rumah yang terdampak bencana.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan proses penyaluran bantuan masih berjalan di tingkat teknis.
“Sedang dalam proses, sedang dalam proses ya, apakah itu untuk yang meninggal dunia, maka bantuan untuk rumah, masih dalam proses di Dinas Sosial,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan, Selasa (20/01/2026).
Terkait pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan, Rico menyebut laporan telah disampaikan ke pemerintah pusat.
“Sudah disampaikan ke Kemendagri, laporan ke Kemendagri di rakor kita juga sudah,” katanya.
Saat ditanya jumlah rumah yang terdampak, Wali Kota Medan menyebut angka sementara berdasarkan laporan yang telah dikirimkan.
“Sampai kalau tidak salah saya yang sudah kami laporkan ada sekitar 71,” ujar Rico Waas.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara, kerusakan rumah akibat bencana terbagi dalam beberapa kategori. Rinciannya terdiri dari 20 unit rusak berat, 23 unit rusak sedang, dan 28 unit rusak ringan.
Selain kerusakan bangunan, bencana banjir juga berdampak luas terhadap masyarakat Kota Medan. Pusdalops PB mencatat sebanyak 53.215 jiwa dari 17.472 kepala keluarga terdampak banjir yang terjadi pada 27 November 2025.

















