Senin, 2 Februari 2026
Medan Aktual
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
Medan Aktual
No Result
View All Result
Home Artikel

Cara Menemukan Fenomena dan Gap Riset untuk Latar Belakang Masalah

Riyan by Riyan
10 Desember 2025
in Artikel, Informasi, Pendidikan
0
Cara Menemukan Fenomena dan Gap Riset untuk Latar Belakang Masalah

Cara Menemukan Fenomena dan Gap Riset untuk Latar Belakang Masalah

190
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Cara Menemukan Fenomena dan Gap Riset untuk Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah merupakan pondasi penting dalam setiap penelitian. Tanpa latar belakang yang jelas, penelitian mudah kehilangan arah dan tujuan. Dua elemen kunci yang harus dikuasai adalah fenomena yang terjadi di lapangan dan gap riset yang menunjukkan celah pengetahuan.

Fenomena menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi, sedangkan gap riset menandakan area yang belum banyak diteliti dan bisa menjadi kontribusi baru dari penelitianmu.

Menemukan fenomena dan gap riset bukan sekadar membaca buku atau jurnal, tetapi membutuhkan strategi analisis kritis, kemampuan literasi ilmiah, dan pemahaman konteks sosial, ekonomi, atau teknologi terkait.

Dengan pendekatan yang tepat, mahasiswa atau peneliti muda bisa menyusun latar belakang masalah yang kuat dan memikat pembaca maupun reviewer.



Memahami Fenomena Penelitian

Fenomena penelitian adalah kejadian nyata atau permasalahan yang muncul dalam masyarakat, organisasi, atau bidang tertentu. Sebagai peneliti, kamu perlu mengidentifikasi fenomena yang relevan dan aktual, karena ini akan menjadi dasar pertanyaan penelitian.

Fenomena bisa ditemukan melalui observasi langsung, laporan media, data statistik, hasil survei sebelumnya, maupun tren akademik.

Misalnya, jika kamu tertarik pada pendidikan, fenomena bisa berupa tingginya angka putus sekolah, rendahnya minat baca, atau kesenjangan kualitas guru di wilayah tertentu. Fenomena yang dipilih harus memiliki nilai ilmiah, artinya dapat dianalisis secara akademik, bukan sekadar opini umum.

Memahami fenomena juga melibatkan pertanyaan kritis: mengapa fenomena ini terjadi? Apa dampaknya bagi masyarakat atau institusi? Pertanyaan ini membantu merumuskan fokus penelitian dan membuka jalan menuju identifikasi gap riset.



Mengevaluasi Literatur untuk Menemukan Gap Riset

Gap riset adalah celah pengetahuan yang belum banyak dieksplorasi oleh penelitian sebelumnya. Menemukan gap riset membutuhkan analisis literatur yang sistematis, bukan membaca jurnal secara acak. Proses ini membantu kamu mengetahui apa yang sudah diketahui dan apa yang masih menjadi misteri atau kontroversi.

Langkah pertama adalah meninjau literatur terkini. Carilah artikel, buku, atau laporan penelitian yang relevan dengan fenomena yang kamu pilih. Perhatikan metode, hasil, dan kesimpulan setiap penelitian. Catat kelemahan, keterbatasan, atau pertanyaan yang belum dijawab.

Gap riset biasanya muncul dalam beberapa bentuk: penelitian yang terbatas pada populasi tertentu, metode yang belum optimal, konteks yang belum diuji, atau teori yang perlu dikembangkan lebih lanjut. Menandai area ini akan mempermudah penentuan fokus penelitianmu dan membangun kontribusi ilmiah yang unik.



Strategi Menemukan Fenomena dan Gap Riset

Banyak peneliti pemula merasa sulit menentukan fenomena dan gap riset. Padahal, ada strategi praktis yang bisa diterapkan untuk menemukan keduanya secara sistematis dan efisien.

Strategi ini membantu menghindari kesalahan umum seperti memilih fenomena terlalu umum atau gap riset yang terlalu sempit. Strategi dalam bentuk poin:

  • Observasi langsung: Amati lingkungan sekitar, masalah organisasi, atau tren sosial yang relevan.
  • Analisis media: Gunakan berita, laporan statistik, atau artikel populer untuk mengidentifikasi isu terkini.
  • Studi literatur sistematis: Buat daftar jurnal dan buku yang relevan, catat topik, metode, dan kesimpulannya.
  • Bandingkan penelitian terdahulu: Perhatikan perbedaan konteks, populasi, atau metode yang digunakan.
  • Identifikasi kelemahan atau keterbatasan penelitian sebelumnya: Ini biasanya menjadi gap riset yang potensial.
  • Diskusi dengan pembimbing atau ahli: Mereka bisa memberikan perspektif baru dan menegaskan gap riset yang signifikan.
  • Gunakan pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana”: Ini membantu menghubungkan fenomena nyata dengan celah penelitian yang perlu dijawab.




Menyusun Latar Belakang Masalah Berdasarkan Fenomena dan Gap Riset

Setelah menemukan fenomena dan gap riset, langkah berikutnya adalah menyusunnya menjadi latar belakang masalah yang koheren. Latar belakang harus menunjukkan relevansi penelitian, urgensi fenomena, dan potensi kontribusi ilmiah dari penelitianmu.

Saat menulis, mulai dengan menjelaskan fenomena secara umum, kemudian fokus pada isu spesifik yang belum banyak diteliti. Tunjukkan bagaimana penelitian sebelumnya mencoba menjawab masalah ini, lalu soroti keterbatasan atau gap yang ada. Akhiri latar belakang dengan pertanyaan penelitian atau tujuan penelitian yang jelas.

Struktur ini membuat pembaca memahami konteks, urgensi, dan nilai tambah penelitianmu. Latar belakang yang kuat juga mempermudah reviewer menilai bahwa penelitianmu layak dilakukan dan memiliki kontribusi nyata.



Tips Agar Fenomena dan Gap Riset Lebih Tepat Sasaran

Menemukan fenomena dan gap riset bukan sekadar tugas administratif. Kualitas latar belakang masalah menentukan arah penelitian dan peluang diterimanya artikel atau proposal penelitian. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan ketepatan dan relevansi. Tips dalam bentuk poin:

  • Pilih fenomena yang aktual dan memiliki dampak signifikan bagi masyarakat atau bidang studi.
  • Jangan terlalu luas atau terlalu sempit; fokus fenomena agar penelitian bisa lebih mendalam.
  • Catat setiap kelemahan penelitian terdahulu sebagai potensi gap riset.
  • Gunakan sumber literatur terpercaya dan terkini untuk memperkuat argumen.
  • Diskusikan ide penelitian dengan pembimbing atau ahli di bidang terkait.
  • Hubungkan fenomena dengan teori agar penelitian memiliki dasar konseptual.
  • Susun latar belakang dengan alur logis: dari fenomena → gap riset → pertanyaan penelitian.




Kesimpulan

Menemukan fenomena dan gap riset menjadi fondasi penting dalam menyusun latar belakang masalah yang kuat. Fenomena memberikan konteks nyata, sementara gap riset menunjukkan kontribusi yang bisa diberikan penelitian.

Dengan strategi observasi, analisis literatur, dan diskusi dengan ahli, peneliti dapat menyusun latar belakang masalah yang relevan, sistematis, dan menarik bagi pembaca maupun reviewer.

Memahami kedua elemen ini bukan hanya meningkatkan kualitas penelitian, tetapi juga memperkuat kontribusi akademik dan peluang publikasi ilmiah di masa depan.

Tags: cara menemukan gap risetfenomena penelitiangap risetlatar belakang masalahpenelitian akademikstrategi penelitiantips menulis latar belakang

Related Posts

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung
Artikel

BPJS Kesehatan: Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung

2 Februari 2026
Cek Harga Emas Antam Terbaru Secara Online, Ini Cara dan Ketentuannya
Artikel

Harga Emas Antam Bangkit Tajam! Naik Rp167 Ribu Setelah Terpuruk

2 Februari 2026
Sering Disebut Hedon? Ini Makna dan Bahayanya
Artikel

Self Reward Tak Harus Mahal, Ini Cara Menghargai Diri Tanpa Bikin Kantong Jebol

2 Februari 2026
Sekolah Rakyat Deli Serdang Jadi Percontohan, Sasar Anak dari Keluarga Paling Rentan
Berita

Mensos Dorong Kemandirian KPM, Bansos Tak Boleh Jadi Ketergantungan

1 Februari 2026
Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi
Berita

Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Dorong Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi

1 Februari 2026
Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Berita

Kemensos Salurkan Santunan Korban Banjir, Gus Ipul Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

1 Februari 2026
Next Post
Cara Menyusun Metodologi BIMA Saintek agar Sesuai Standar Reviewer

Cara Menyusun Metodologi BIMA Saintek agar Sesuai Standar Reviewer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

Cara Daftar Kartu Keluarga Sejahtera (KKS): Panduan Mendapatkan Bansos

9 Juli 2025
BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

BSU 2025 Kembali Disalurkan Pemerintah, Begini Prosedur dan Syarat Lengkapnya

21 Juli 2025
Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Cara Cek Penerima PIP 2025 Lewat HP: Mudah dan Cepat! Simak Panduan Lengkapnya di Sini

10 Juli 2025
Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

Cara Cek Penerima Bantuan PIP, PKH, dan KIS

9 Juli 2025
Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

Cara Cepat Cek Bantuan PIP Lewat HP: NISN, Tanggal Lahir, dan Nama Siswa

30 Juli 2025

EDITOR'S PICK

Cara Cek Hasil Seleksi Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen secara Online

Cara Cek Hasil Seleksi Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen secara Online

24 Desember 2025
Penerima PIP 2025 Termin 2

Penerima PIP 2025 Termin 2 Dapat Dicairkan Sampai September, Berikut Syaratnya

2 Agustus 2025
Cek Syarat dan Ketentuan Pendaftaran PKH Tahap 1 Tahun 2025

Cek Syarat dan Ketentuan Pendaftaran PKH Tahap 1 Tahun 2025

11 Februari 2025
medali porprovsu

Medali Porprovsu Belum Semua Didistribusikan, Pemborongnya Bilang Ditipu Rp 100 Juta

15 Juli 2019

Redaksi Medanaktual.com
Jl. Gunung Mahameru No 3 Lantai 2
Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur
Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Email : medanaktual.com@gmail.com

© 2025 Medanaktual.com

  • Berita
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Bansos
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Gadget
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.