Gaji dan Tunjangan DPRD Medan 2025: Ini Rinciannya
Gaji dan tunjangan anggota DPRD Medan 2025 tengah menjadi sorotan masyarakat. Isu ini mencuat setelah sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar unjuk rasa, menuntut transparansi dan evaluasi terhadap penghasilan wakil rakyat.
Sorotan tersebut semakin menguat setelah munculnya data resmi dari Peraturan Wali Kota Medan Tahun 2024 tentang Penjabaran APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2025, yang mengungkap total alokasi anggaran fantastis untuk 50 anggota DPRD Kota Medan.
Total Anggaran Gaji dan Tunjangan DPRD Medan Capai Rp125,47 Miliar
Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran gaji dan tunjangan DPRD Kota Medan tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp125,47 miliar.
Besaran ini mencakup berbagai jenis tunjangan dan penghasilan lainnya yang melekat pada jabatan anggota dewan.
Penghasilan tersebut diberikan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD.
Dalam aturan itu, seluruh tunjangan anggota DPRD dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang bersumber dari pajak dan kontribusi masyarakat.
Rincian Lengkap Gaji dan Tunjangan DPRD Medan 2025
Berikut adalah rincian komponen anggaran gaji dan tunjangan DPRD Medan tahun anggaran 2025:
- Belanja Gaji dan Tunjangan: Rp44.605.702.439
- Uang Representasi: Rp1.114.260.000
- Tunjangan Keluarga: Rp152.153.000
- Tunjangan Beras: Rp192.214.760
- Uang Paket: Rp105.350.500
- Tunjangan Jabatan: Rp1.653.393.250
- Tunjangan Alat Kelengkapan: Rp166.281.800
- Tunjangan Alat Kelengkapan Lainnya: Rp107.878.700
- Tunjangan Komunikasi Intensif: Rp8.820.000.000
- Tunjangan Reses: Rp2.205.000.000
- Tunjangan Kesejahteraan: Rp21.579.513.937
- Iuran Jaminan Kesehatan: Rp300.000.000
- Jaminan Kecelakaan Kerja: Rp94.517.577
- Jaminan Kematian: Rp1.382.996.360
- Tunjangan Perumahan: Rp19.802.000.000
- Tunjangan Transportasi: Rp8.280.000.000
- Uang Jasa Pengabdian: Rp200.000.000
Tuntutan Evaluasi dan Transparansi Kinerja Anggota DPRD
Meskipun gaji dan tunjangan DPRD Medan tergolong besar, sejumlah pihak menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas kinerja anggota dewan.
Publik mempertanyakan apakah besarnya anggaran tersebut sebanding dengan pelayanan dan fungsi pengawasan yang dijalankan oleh para legislator.
Kritik juga diarahkan pada kurangnya transparansi penggunaan dana reses, tunjangan komunikasi, dan kesejahteraan, yang selama ini dinilai minim akuntabilitas.
“Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran DPRD digunakan, karena itu semua berasal dari pajak rakyat,” ungkap salah satu pengamat kebijakan publik di Medan.
Gaji DPRD dan Beban APBD: Perlu Reformasi Anggaran?
Isu gaji DPRD yang tinggi tidak hanya terjadi di Kota Medan, tetapi juga menjadi perdebatan nasional.
Banyak yang menilai perlu adanya reformasi anggaran DPRD, agar pengeluaran daerah benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat, bukan hanya untuk kenyamanan pejabat publik.
Jika tidak ada transparansi dan akuntabilitas, sorotan publik terhadap besaran tunjangan DPRD Kota Medan diperkirakan akan terus meningkat, dan bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif daerah.
Penutup
Isu tentang besaran gaji dan tunjangan DPRD Medan 2025 menjadi perhatian serius masyarakat.
Dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp125 miliar, publik menuntut adanya transparansi penggunaan APBD dan evaluasi kinerja anggota dewan.
Masyarakat berharap anggaran tersebut digunakan secara bijak dan berdampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan pembangunan Kota Medan.















