Paparan sinar matahari pagi kerap dianggap sepele dan sering dihindari karena kekhawatiran terhadap kulit yang menggelap atau terbakar.
Padahal, jika dilakukan pada waktu yang tepat dan dalam durasi wajar, berjemur di pagi hari memberikan beragam manfaat penting bagi kesehatan fisik maupun mental.
Terik matahari memang identik dengan risiko kulit terbakar, namun sinar matahari pagi justru menyimpan potensi besar untuk menunjang fungsi tubuh. Dengan paparan yang tidak berlebihan, berbagai sistem dalam tubuh dapat bekerja lebih optimal berkat sinar alami ini.
Berjemur pada pagi hari, khususnya dalam rentang waktu yang dianjurkan, memungkinkan tubuh memperoleh manfaat kesehatan yang berkelanjutan. Berikut 10 manfaat paparan sinar matahari pagi yang telah didukung oleh berbagai temuan ilmiah.
Meningkatkan kualitas tidur
Salah satu manfaat utama berjemur di pagi hari adalah membantu memperbaiki kualitas tidur. Studi yang dimuat dalam Holistic Nursing Practice menunjukkan bahwa lansia yang terpapar sinar matahari langsung antara pukul 8–10 pagi selama 5 hari mengalami peningkatan kualitas tidur.
Efek ini berkaitan dengan peran sinar matahari dalam mengatur produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengendalikan siklus tidur. Melatonin baru dilepaskan saat kondisi gelap dan memicu rasa kantuk sekitar dua jam setelah matahari terbenam.Meringankan gejala depresi
Paparan sinar matahari pagi juga berkontribusi dalam meredakan gejala depresi. Ulasan dalam Indian Journal of Psychological Medicine menyebutkan bahwa kekurangan vitamin D berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati.
Sinar matahari merupakan sumber alami vitamin D yang efektif. Selain itu, cahaya matahari merangsang produksi serotonin, hormon yang berperan dalam menjaga suasana hati dan menekan tingkat stres.
Menjaga kesehatan tulang
Paparan sinar ultraviolet B (UVB) membantu mengubah provitamin D di kulit menjadi vitamin D3. Vitamin ini kemudian diproses di hati dan ginjal agar dapat dimanfaatkan oleh tubuh.
Tanpa asupan vitamin D yang cukup, penyerapan kalsium menjadi kurang optimal, sehingga berisiko memicu gangguan tulang seperti osteoporosis atau rakhitis pada anak-anak.Membantu mengatasi masalah kulit
Berjemur di bawah sinar matahari pagi juga dapat membantu meredakan gangguan kulit tertentu, seperti psoriasis, eksim, dan jerawat, berkat paparan sinar UVA dan UVB.
Salah satu metode medis yang memanfaatkan manfaat ini adalah terapi PUVA (psoralen plus ultraviolet A), yang mengombinasikan obat psoralen dengan sinar UVA untuk mempercepat perbaikan kondisi kulit.
Mendukung penurunan berat badan
Paparan sinar matahari berperan dalam mengatur hormon melatonin dan serotonin yang berkaitan dengan pola tidur, emosi, dan nafsu makan.
Keseimbangan kedua hormon tersebut dapat membantu mengurangi kecenderungan makan berlebihan. Jika dilakukan bersamaan dengan pola hidup sehat, kebiasaan ini berkontribusi dalam proses penurunan berat badan.Mengurangi risiko rambut rontok
Sinar matahari membantu tubuh menghasilkan vitamin D yang berperan penting dalam pembentukan folikel rambut. Asupan vitamin ini dapat menekan risiko kerontokan.
Selain itu, paparan cahaya alami membantu melancarkan sirkulasi darah di kulit kepala sehingga nutrisi lebih optimal tersalurkan ke akar rambut. Berjemur selama sekitar 15 menit sudah cukup untuk mendukung proses ini.
Meningkatkan sistem imun
Paparan sinar UVB merangsang produksi vitamin D yang berfungsi dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh. Vitamin ini membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit.
Sinar matahari juga memengaruhi aktivitas sel T dan sel dendritik, yang berperan penting dalam respons imun terhadap patogen.Menurunkan tekanan darah
Saat kulit terpapar sinar matahari, tubuh melepaskan oksida nitrat ke dalam aliran darah. Senyawa ini membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Selain itu, sinar matahari berhubungan dengan peningkatan produksi peptida natriuretik atrial (ANP), hormon yang membantu ginjal mengeluarkan garam berlebih dari tubuh.
Meningkatkan produktivitas kerja
Penelitian dalam jurnal PLOS One yang melibatkan 444 karyawan menunjukkan bahwa ruang kerja dengan akses sinar matahari memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi.
Paparan cahaya alami dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik, kepuasan kerja meningkat, serta tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan ruang kerja tertutup.
Mempercepat penyembuhan luka
Sebelum antibiotik ditemukan, sinar matahari sering dimanfaatkan untuk membantu proses penyembuhan luka. Paparan cahaya alami merangsang regenerasi sel kulit dan jaringan.
Sinar UVB juga berperan dalam pembentukan kolagen, yaitu protein penting yang mendukung pemulihan jaringan kulit.
Paparan sinar matahari pagi memberikan manfaat luas bagi tubuh, mulai dari kesehatan fisik hingga keseimbangan mental. Dengan durasi yang tepat dan waktu yang sesuai, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.

















