Maraknya penggunaan media sosial dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai modus penipuan online. Kasus penipuan ini terus meningkat seiring dengan tingginya aktivitas masyarakat di platform digital.
Penipuan online di media sosial umumnya dilakukan melalui pesan pribadi, kolom komentar, hingga tautan palsu yang menyerupai situs resmi. Modus yang sering muncul antara lain penawaran hadiah, investasi bodong, hingga penyamaran sebagai pihak instansi atau figur publik.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap akun yang tidak terverifikasi. Pengguna disarankan tidak mudah percaya pada informasi atau tawaran yang terdengar terlalu menggiurkan.
Salah satu langkah penting untuk menghindari penipuan adalah memeriksa identitas akun secara teliti. Akun resmi biasanya memiliki tanda verifikasi dan riwayat unggahan yang konsisten serta kredibel.
Kemajuan teknologi memang membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di sisi lain, perkembangan ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan dengan menciptakan modus penipuan yang semakin canggih dan sulit dikenali.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak sembarangan membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, terutama melalui internet. Lalu, bagaimana cara menghindari penipuan online yang kian marak? Berikut rangkuman tips yang dapat diterapkan.
Tips Menghindari Penipuan Online
Penipuan berbasis internet atau cyber crime terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Untuk melindungi diri dari kejahatan tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di dunia maya.
1. Waspada Nomor Tak Dikenal
Apabila menerima pesan atau panggilan dari nomor yang tidak dikenal atau terkesan mencurigakan, sebaiknya jangan langsung merespons. Langkah yang dapat dilakukan adalah mengabaikan, memblokir, dan melaporkan nomor tersebut.
Pengguna juga dapat memanfaatkan aplikasi seperti Get Contact untuk mengetahui identitas pemilik nomor. Selain itu, layanan CekRekening.id dapat digunakan untuk memeriksa riwayat nomor rekening yang diduga berkaitan dengan penipuan.
2. Jaga Kerahasiaan PIN
Jangan pernah membagikan PIN, kata sandi, OTP, maupun data pribadi lainnya kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan resmi. Lembaga resmi tidak akan meminta informasi sensitif tersebut melalui pesan singkat atau panggilan pribadi.
Jika menerima SMS atau pesan WhatsApp yang menginformasikan kemenangan undian atau hadiah tertentu, pastikan kebenarannya dengan menghubungi call center atau akun media sosial resmi dari instansi terkait.
3. Waspadai Situs Palsu
Tips menghindari penipuan online berikutnya adalah mewaspadai situs palsu atau praktik phishing, termasuk modus penipuan yang memanfaatkan fitur penerusan panggilan atau call forwarding. Pelaku biasanya meminta data pribadi melalui telepon, email, faks, atau media komunikasi lainnya.
Selalu periksa kembali alamat situs dan email yang diterima untuk memastikan keasliannya. Jangan mudah tertipu oleh email berisi tautan menuju situs yang menyerupai laman resmi bank atau lembaga keuangan yang meminta username dan password.
4. Waspadai Link yang Dikirim
Penipu kerap mengirimkan tautan palsu atau phishing dengan tujuan mencuri data pribadi korban. Sebelum mengklik tautan apa pun, pastikan sumbernya jelas dan terpercaya.
Hindari mengakses link yang dikirim melalui pesan atau email dengan nada mendesak dan tidak wajar. Sebaiknya, hanya kunjungi situs resmi dengan mengetik alamatnya langsung di peramban.
5. Jangan Mudah Tergiur Promosi
Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap tawaran promo yang terdengar terlalu menggiurkan dan tidak masuk akal. Sebelum melakukan transaksi, pastikan untuk membaca ulasan dari pembeli lain dan memeriksa reputasi penjual.
Gunakan sistem pembayaran resmi yang disediakan oleh platform e-commerce. Hindari melakukan transfer langsung ke rekening pribadi penjual yang belum terverifikasi.
6. Manfaatkan Fitur Keamanan dan Otentikasi Dua Faktor
Salah satu cara paling efektif untuk melindungi akun digital adalah dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah atau otentikasi dua faktor (2FA). Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan saat mengakses akun penting, seperti email, media sosial, dan layanan perbankan digital.
Biasanya, pengguna akan diminta memasukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS atau aplikasi autentikator. Dengan 2FA, meskipun kata sandi diketahui pihak lain, akun tetap tidak dapat diakses tanpa kode verifikasi tambahan.
7. Hati-Hati Gambar dan Video Palsu (Deepfake)
Perkembangan kecerdasan buatan memungkinkan pembuatan gambar dan video palsu yang terlihat sangat meyakinkan, atau dikenal sebagai deepfake. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai konten visual yang bersifat sensasional atau mengejutkan.
Lakukan verifikasi keaslian gambar atau video menggunakan alat pemeriksa digital yang tersedia. Selain itu, telusuri sumber asli konten tersebut sebelum membagikannya kepada orang lain.
8. Tingkatkan Edukasi dan Literasi Digital
Langkah penting lainnya dalam menghadapi kejahatan digital adalah meningkatkan literasi digital. Dengan memahami cara kerja dan berbagai modus penipuan siber, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil keputusan yang tepat.
Ikuti informasi dan edukasi dari sumber terpercaya mengenai keamanan siber, serta pelajari tren terbaru terkait kejahatan berbasis teknologi. Literasi digital yang baik akan membantu melindungi diri sekaligus menjaga keamanan data dan aset digital.

















