Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 dengan fokus utama pada percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nasional melalui penguatan pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri.
Pada tahun ini, LPDP menghadirkan skema Beasiswa Bundling, yang memungkinkan pendaftar memilih dua program beasiswa sekaligus dalam satu periode seleksi. Skema tersebut memberikan fleksibilitas bagi pelamar dalam merancang jalur pendidikan sesuai latar belakang dan tujuan kontribusi.
Fokus Beasiswa LPDP 2026 diarahkan pada pengembangan bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Arah kebijakan ini ditujukan untuk menopang delapan sektor industri prioritas nasional, yakni pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, serta manufaktur maju.
Program Beasiswa LPDP 2026 yang Sedang Dibuka
Salah satu program yang telah dibuka adalah Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis Tahun 2026. Pendaftaran program ini dibagi ke dalam tiga tahap, yakni tahap pertama pada 1–12 Januari 2026, tahap kedua 1–12 Maret 2026, dan tahap ketiga 1–12 Mei 2026.
Setelah pendaftaran ditutup, peserta akan mengikuti rangkaian seleksi berjenjang mulai dari seleksi administrasi hingga seleksi substansi. Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas penerima beasiswa.
Kuota Beasiswa LPDP 2026
Pemerintah melalui LPDP menetapkan total kuota sebanyak 5.750 penerima beasiswa pada tahun 2026. Rincian kuota tersebut meliputi 1.000 kuota Beasiswa Garuda jenjang sarjana (S1), 4.000 kuota beasiswa magister dan doktoral (S2–S3), serta 750 kuota untuk program dokter spesialis.
Kebijakan kuota ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai bagian dari strategi penguatan SDM nasional. LPDP menegaskan bahwa proses seleksi tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga kepemimpinan serta kesiapan kontribusi nyata bagi Indonesia.
Ciri Kandidat yang Berpeluang Lolos Beasiswa LPDP 2026
LPDP menilai pelamar berdasarkan kualitas esai, visi kebangsaan, serta kesesuaian rencana studi dengan kebutuhan nasional. Pelamar yang mampu menyusun esai secara jelas, terstruktur, dan autentik dinilai memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi.
Selain itu, kandidat diharapkan memiliki rencana kontribusi pascastudi yang realistis dan aplikatif. Kemampuan menjelaskan gagasan, memahami persoalan di bidang studi yang dipilih, serta menawarkan solusi yang relevan menjadi poin penting dalam seleksi substansi.
Pengalaman pendukung di bidang terkait, konsistensi antara latar belakang pendidikan dan tujuan studi, serta komitmen kuat untuk kembali mengabdi di Indonesia turut menjadi pertimbangan utama. Seluruh penilaian tersebut dilakukan untuk memastikan penerima beasiswa mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan nasional.
Informasi mengenai skema, jadwal, dan kriteria seleksi Beasiswa LPDP 2026 ini dilansir dari panduan pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026. Masyarakat diimbau untuk selalu mengakses informasi melalui kanal resmi LPDP guna menghindari kesalahan dan informasi tidak valid.
















