Demensia menjadi salah satu tantangan kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta perubahan perilaku yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Dilansir dari laman resmi Siloam Hospital, demensia merupakan kondisi yang ditandai dengan melemahnya kemampuan ingatan. Pada dasarnya, demensia bukan satu penyakit tertentu, melainkan kumpulan gejala yang memengaruhi fungsi otak, mulai dari mengingat, berpikir, berkomunikasi, hingga berperilaku.
Demensia umumnya dialami oleh pria dan wanita lanjut usia, dengan risiko yang meningkat signifikan setelah usia 85 tahun. Selain faktor usia, faktor genetik juga turut berperan dalam meningkatkan risiko demensia.
Penyebab
Demensia terjadi akibat kerusakan pada sel-sel saraf otak yang dapat menyerang berbagai bagian otak. Penurunan daya ingat juga dapat dipicu oleh berkurangnya aliran darah ke otak akibat stroke atau gangguan pembuluh darah lainnya.
Faktor Risiko Demensia
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko demensia, antara lain:
Memiliki riwayat keluarga dengan demensia
Kebiasaan merokok
Pola makan tidak seimbang
Kurang aktivitas fisik
Konsumsi minuman beralkohol
Selain itu, beberapa kondisi penyakit yang berisiko menimbulkan demensia, yaitu:
Sindrom Down
Gangguan tidur (sleep apnea)
Obesitas
Tekanan darah tinggi
Diabetes
Kolesterol tinggi
Jenis-Jenis Demensia
Berdasarkan penyebabnya, demensia terbagi ke dalam beberapa jenis:
Alzheimer, merupakan jenis paling umum akibat faktor genetik atau penumpukan protein di otak
Demensia vaskular, terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak seperti pada kasus stroke
Demensia Lewy body, disebabkan endapan protein pada sel saraf otak
Demensia frontotemporal, ditandai kerusakan pada bagian depan otak yang memengaruhi perilaku dan kemampuan berbahasa
Demensia kombinasi, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami lebih dari satu jenis demensia
Gejala Demensia
Gejala demensia yang sering muncul meliputi:
Gangguan daya ingat
Kesulitan berkomunikasi atau berbahasa
Kesulitan merencanakan sesuatu
Sering merasa bingung
Kesulitan menyelesaikan tugas kompleks
Penurunan koordinasi dan fungsi motorik
Selain itu, demensia juga dapat memicu gejala psikologis seperti:
Perubahan kepribadian
Rasa gelisah
Perilaku tidak biasa
Halusinasi
Agitasi
Ketakutan berlebihan
Pengobatan Demensia
Beberapa upaya penanganan untuk mengurangi gejala demensia meliputi:
Inhibitor kolinesterase untuk membantu memperlambat perburukan gejala Alzheimer
Memantine untuk mengendalikan gejala kognitif dan perilaku pada Alzheimer sedang hingga berat
Terapi perilaku untuk mengontrol perubahan sikap
Terapi kognitif untuk merangsang daya ingat dan kemampuan berpikir
Terapi okupasi untuk membantu aktivitas sehari-hari secara aman
Demensia bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga isu sosial yang membutuhkan kesadaran bersama. Pemahaman yang tepat diharapkan dapat mendorong deteksi dini serta penanganan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

















