Perjalanan PSMS Medan di kompetisi Championship musim 2025–2026 belum sepenuhnya menjauh dari ancaman degradasi. Hingga pekan berjalan, tim berjuluk Ayam Kinantan itu masih tertahan di papan bawah klasemen zona barat.
Situasi ini membuat PSMS harus segera bangkit karena selisih poin dengan zona berbahaya terbilang tipis. Konsistensi permainan menjadi kunci agar klub kebanggaan Sumatera Utara tersebut tidak semakin tertekan pada laga-laga berikutnya.
PSMS Medan saat ini menempati posisi ketujuh klasemen sementara dengan perolehan 17 poin dari 14 pertandingan yang telah dijalani. Hasil tersebut belum cukup untuk membawa mereka ke zona aman kompetisi.
Kekalahan pada laga terakhir saat menghadapi Persikad Depok membuat PSMS gagal memperbaiki posisi. Hasil negatif tersebut sekaligus membuat jarak PSMS dengan zona degradasi hanya terpaut tiga poin.
Di papan atas klasemen, persaingan masih dikuasai Garudayaksa FC yang kokoh di puncak dengan koleksi 28 poin. Posisi kedua ditempati Adhyaksa FC dengan 26 poin, disusul Sumsel United yang mengamankan 24 poin.
Sementara itu, zona playoff degradasi dihuni Persekat Tegal yang mengoleksi 14 poin atau hanya terpaut tiga angka dari PSMS Medan. Kondisi ini menegaskan bahwa posisi Ayam Kinantan masih rawan tergeser jika gagal meraih poin tambahan.
Adapun posisi juru kunci masih ditempati Sriwijaya FC yang baru mengumpulkan 2 poin sepanjang kompetisi sejauh ini.
Berikut klasemen sementara Indonesia Championship zona barat hingga pekan kesebelas:
- Garudayaksa FC (28 poin)
- Adhyaksa FC (26 poin)
- Sumsel United (24 poin)
- Persikad Depok (21 poin)
- Persiraja Banda Aceh (20 poin)
- FC Bekasi City (20 poin)
- PSMS Medan (17 poin)
- PSPS Pekanbaru (17 poin)
- Persekat Tegal (14 poin)
- Sriwijaya FC (2 poin)
Pada pekan ke-15 mendatang, PSMS Medan dijadwalkan menjamu Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (11/1/2026). Pertandingan ini menjadi krusial untuk menentukan arah langkah PSMS di sisa musim.

















