Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan dukungan teknologi khusus dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) agar dapat diikuti secara inklusif oleh murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk murid berkebutuhan khusus.
Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti asesmen nasional tersebut, selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Salah satu syarat utama mengikuti TKA adalah berada di kelas VI SD atau kelas IX SMP serta memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.
Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Muhammad Yusro, menyampaikan bahwa murid berkebutuhan khusus tetap dapat mendaftar TKA sepanjang tidak memiliki hambatan intelektual. Menurutnya, prinsip utama TKA adalah membuka akses seluas-luasnya bagi murid untuk mengukur capaian akademik secara adil.
“Kami memberikan kesempatan kepada murid berkebutuhan khusus untuk mengikuti TKA selama tidak memiliki hambatan intelektual,” ujar Yusro dilihat kru medanaktual dari halaman Antara.com , Selasa (27/1/2026).
Selain membuka akses pendaftaran, Kemendikdasmen juga menyiapkan fasilitas pendukung yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Fasilitas tersebut dirancang agar murid dapat mengikuti tes dengan nyaman sekaligus mendorong kemandirian selama proses asesmen berlangsung.
Kepala Bidang Asesmen BSKAP, Handaru Catu Bagus, menjelaskan bahwa penyesuaian juga dilakukan pada bentuk soal TKA bagi murid berkebutuhan khusus. Penyesuaian ini terutama difokuskan pada peserta tunanetra agar dapat mengerjakan soal secara mandiri.
“Kami menyiapkan fasilitasi khusus, terutama untuk murid netra,” kata Handaru.
Untuk mendukung hal tersebut, aplikasi TKA dilengkapi dengan teknologi pembaca layar (screen reader) yang akan membacakan soal kepada peserta. Soal juga disusun tanpa penggunaan gambar serta menghindari teks yang terlalu panjang, sehingga lebih mudah dipahami oleh murid tunanetra.
“Screen reader akan membacakan soal sehingga murid bisa mengerjakan sendiri tanpa pendampingan selama tes,” jelasnya.
Handaru berharap penggunaan teknologi ini dapat membantu peserta lebih fokus saat mengerjakan soal dan menciptakan pengalaman asesmen yang setara bagi seluruh murid. Kemandirian peserta menjadi salah satu prinsip utama dalam pelaksanaan asesmen yang inklusif.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, Kemendikdasmen telah menetapkan jadwal TKA untuk jenjang SD dan SMP. TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada April 2026, sementara TKA SD digelar pada akhir April 2026.
Adapun jadwal penting pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 sebagai berikut:
Pendaftaran TKA SD dan SMP: 19 Januari–28 Februari 2026
Simulasi TKA SMP: 23 Februari–1 Maret 2026
Simulasi TKA SD: 2–8 Maret 2026
Gladi Bersih TKA SD dan SMP: 9–17 Maret 2026
Pelaksanaan TKA SMP: 6–16 April 2026
Pelaksanaan TKA SD: 20–30 April 2026
Dengan penerapan teknologi inklusif ini, Kemendikdasmen berharap TKA dapat menjadi instrumen evaluasi akademik yang tidak hanya akurat, tetapi juga ramah bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

















