Warga Medan Harus Tahu! Tips Membedakan Informasi Bansos Asli dan Hoaks di Media Sosial
Di tengah gencarnya penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) di Kota Medan, marak beredar informasi palsu atau hoaks di media sosial yang mengatasnamakan pemerintah.
Banyak warga tergiur dengan kabar pencairan dana besar, link pendaftaran baru, hingga undangan pengambilan bantuan yang ternyata tidak resmi.
Pemerintah Kota Medan mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap informasi hoaks dan hanya mempercayai sumber berita resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) atau Dinas Sosial Kota Medan.
Mengapa Hoaks Bansos Mudah Menyebar?
Hoaks sering menyebar karena banyak warga ingin segera tahu kabar bantuan yang akan cair.
Pelaku penyebar hoaks memanfaatkan hal ini dengan membuat pesan yang mirip seperti pengumuman resmi.
Mereka biasanya mencantumkan tautan palsu atau nomor kontak yang tidak valid.
Pemerintah mencatat, sebagian besar hoaks menyebar lewat WhatsApp, Facebook, dan TikTok dengan pesan yang menggiring penerima untuk mengklik tautan tertentu.
Warga yang tidak hati-hati bisa kehilangan data pribadi atau bahkan mengalami penipuan digital.
Ciri-ciri Informasi Bansos Hoaks
Agar tidak tertipu, warga Medan bisa memperhatikan beberapa tanda umum dari informasi bansos palsu berikut:
- Link tidak resmi. Situs palsu biasanya tidak menggunakan domain pemerintah seperti .go.id.
- Bahasa terlalu bombastis. Hoaks sering memakai kata-kata seperti “segera cair”, “wajib daftar hari ini”, atau “link rahasia”.
- Meminta data pribadi. Informasi palsu sering meminta warga mengisi NIK, nomor rekening, atau OTP.
- Tidak diumumkan di situs resmi. Kabar bantuan asli selalu diumumkan melalui situs kemensos.go.id, medankota.go.id, atau media resmi pemerintah.
Cara Mengecek Informasi Bansos Asli
Warga bisa memastikan kebenaran informasi bansos dengan langkah-langkah berikut:
- Cek situs resmi Kemensos: kunjungi https://cekbansos.kemensos.go.id untuk melihat status penerimaan bantuan.
- Ikuti akun resmi pemerintah: seperti @kemensosri, @dinsosmedan, dan @medankotaofficial.
- Konfirmasi ke kelurahan atau pendamping sosial sebelum mengikuti instruksi dari pesan berantai.
- Laporkan informasi mencurigakan ke Dinas Kominfo Medan atau pihak berwenang.
Dengan cara ini, warga dapat terhindar dari penipuan dan tetap mendapatkan informasi bansos yang benar.
Pemerintah Kota Medan Gencarkan Edukasi Digital
Dinas Sosial bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan kini aktif melakukan kampanye literasi digital untuk membantu masyarakat mengenali informasi palsu.
Sosialisasi dilakukan melalui media sosial, baliho, hingga kegiatan di kelurahan.
Pemerintah juga mengimbau warga agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat merugikan masyarakat luas.
Kesimpulan
Dengan meningkatnya arus informasi di media sosial, warga Medan perlu lebih cerdas dan hati-hati dalam menerima berita tentang bantuan sosial.
Cek sumber, verifikasi data, dan jangan mudah percaya pada link mencurigakan.
Langkah sederhana ini dapat membantu warga terhindar dari penipuan dan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh pihak yang berhak.
Pemerintah berkomitmen terus menjaga transparansi penyaluran bansos dan melindungi masyarakat dari praktik hoaks digital.

















