Kepolisian mengungkap kasus yang mengejutkan publik setelah mengamankan seorang wasit sepak bola berinisial FR (31). Pria tersebut diduga terlibat dalam praktik menjual istrinya sendiri, SHP (27), melalui sebuah aplikasi kencan. Penangkapan dilakukan oleh Polres Metro Tangerang Kota.
Nama FR bukan sosok asing di dunia sepak bola nasional. Ia tercatat sebagai wasit berlisensi nasional dan pada musim ini telah memimpin sejumlah pertandingan Championship. Dari catatan kompetisi, FR sudah memimpin empat laga, termasuk satu pertandingan yang melibatkan PSMS Medan.
Salah satu laga yang dipimpinnya adalah pertandingan antara PSMS Medan kontra Garudayaksa FC yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) pada Jumat (31/10/2025), pada putaran pertama kompetisi. Dalam laga tersebut, PSMS harus mengakui keunggulan Garudayaksa FC setelah lawan mereka mendapatkan dua hadiah penalti dari kepemimpinan wasit FR.
Keputusan FR Picu Polemik di Laga PSMS
Kepemimpinan FR dalam pertandingan tersebut sempat menuai sorotan tajam. Dua penalti yang diberikan kepada Garudayaksa FC memicu reaksi keras dari pemain dan suporter PSMS. Salah satu keputusan yang paling disorot terjadi pada menit ke-21, ketika pemain PSMS, Erwin Gutawa, dinilai melakukan handsball di dalam kotak penalti.
Keputusan tersebut berujung penalti bagi Garudayaksa FC. Erwin Gutawa secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap cara wasit mengambil keputusan, khususnya terkait penggunaan VAR.
“Kalau memang wasit menyatakan penalti, wasit seharusnya cek VAR, tapi wasit tidak lakukan itu (cek VAR). Dia hanya nunggu jawaban dari VAR bantuan. Itu yang bikin kami tidak terima dan kecewa,” ujarnya usai pertandingan.
Tak hanya mendapat protes dari pemain, FR juga menghadapi kemarahan penonton. Dalam pertandingan itu, ia sempat dilempari botol air minum dari arah tribun sebagai bentuk kekecewaan suporter terhadap kepemimpinannya di lapangan.
Sejumlah video yang beredar luas di media sosial menunjukkan wasit FR beserta perangkat pertandingan harus mendapat pengawalan ketat aparat keamanan saat meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.
Insiden tersebut turut berdampak pada PSMS Medan. Klub berjuluk Ayam Kinantan itu dijatuhi sanksi oleh Komite Disiplin PSSI berupa denda sebesar Rp15 juta serta hukuman larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu laga.
Kasus hukum yang kini menjerat FR kembali mengingatkan publik pada sejumlah kontroversi yang pernah menyertainya di lapangan hijau, khususnya saat memimpin pertandingan krusial di Championship musim ini.

















